DPR dorong perbaikan transportasi publik untuk menekan konsumsi BBM di Indonesia
Anggota Komisi V DPR Hamka Baco Kady menyatakan dalam keterangannya pada Kamis, pemerintah perlu menautkan upaya penghematan bahan bakar minyak dengan pembenahan transportasi publik agar masyarakat memiliki pilihan mobilitas yang layak selain kendaraan pribadi. Menurut dia, langkah itu juga relevan di tengah keputusan pemerintah yang menahan harga BBM pada 1 April 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat.
Sorotan
- DPR menyoroti tingginya konsumsi BBM akibat dominasi kendaraan pribadi dan mendorong Kementerian Perhubungan lakukan evaluasi menyeluruh transportasi publik.
- Pengembangan sistem transportasi massal terintegrasi dinilai kunci efisiensi perjalanan dan dapat mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
- Perbaikan layanan dan pengelolaan angkutan umum diproyeksi menekan konsumsi BBM, mengurangi kemacetan, dan membawa manfaat lingkungan secara bertahap.
Desakan evaluasi sistem angkutan umum
Hamka menilai tingginya konsumsi BBM masih berkaitan dengan dominannya penggunaan kendaraan pribadi di berbagai wilayah. Ia mengatakan kondisi transportasi umum belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama dari sisi kenyamanan, keamanan, dan ketepatan waktu. Karena itu, ia mendorong Kementerian Perhubungan segera melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terhadap sistem transportasi publik.Integrasi antarmoda jadi fokus efisiensi
Menurut Hamka, peningkatan transportasi publik tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus diikuti perbaikan layanan dan pengelolaan yang lebih profesional. Ia menekankan pentingnya pengembangan sistem transportasi massal yang terintegrasi antar moda agar perjalanan masyarakat menjadi lebih efisien. Dengan konektivitas yang lebih baik, perpindahan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum dinilai dapat terdorong secara bertahap.Dampak pada konsumsi energi dan mobilitas
Hamka mengatakan pengurangan konsumsi BBM perlu dibarengi perubahan pola mobilitas masyarakat melalui penyediaan transportasi yang efisien dan menjawab kebutuhan nyata pengguna. Ia menilai, bila kualitas transportasi publik membaik, masyarakat akan beralih dengan sendirinya tanpa tekanan tambahan. Selain menekan konsumsi BBM secara bertahap, perbaikan layanan angkutan umum juga dinilai berpotensi mengurangi kemacetan dan dampak negatif terhadap lingkungan.Sebelumnya, kami melaporkan upaya pemerintah dan Pertamina menjaga pasokan serta stabilitas harga BBM di tengah gejolak geopolitik Timur Tengah. Dalam laporan itu, stok BBM nasional disebut berada di atas 20 hari dan masyarakat diminta tetap tenang serta bijak mengonsumsi energi agar distribusi tetap terkendali. Konteks tersebut menegaskan pentingnya pengendalian konsumsi—yang kini diperkuat lewat dorongan evaluasi dan peningkatan layanan angkutan umum.
Berita Dex-Trade Terbaru
- Forex
- Crypto