PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 setelah keputusan itu disahkan dalam keterbukaan informasi di BEI tertanggal 2 April 2026 dan sebelumnya mendapat persetujuan RUPST pada 30 Maret 2026. Nilai dividen yang dibagikan mencapai maksimal Rp 42,77 miliar, setara 30% dari laba bersih, dengan pemegang saham yang tercatat hingga 10 April 2026 pukul 16.00 WIB berhak menerima pembayaran. Pada harga penutupan saham Rp 304 per lembar pada 2 April, imbal hasil dividen perseroan berada di kisaran 4,04%.
Sorotan
- WOM Finance menetapkan dividen tunai Rp 12,28 per saham dengan jadwal pembayaran pada 4 Mei 2026 berdasarkan keputusan RUPS tahunan.
- Perseroan membukukan laba bersih Rp 142,55 miliar, saldo laba ditahan Rp 1,37 triliun, dan ekuitas Rp 1,98 triliun per 31 Desember 2025 untuk dasar pembagian dividen.
- Rasio payout 30% dan yield sekitar 4,04% pada harga penutupan 2 April 2026 mencerminkan potensi pendapatan dividen bagi pemegang saham WOMF.
Jadwal pembagian dan dasar keputusan dividen
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Wahana Ottomitra Multiartha, Cincin Lisa Hadi, menyatakan para pemegang saham menyepakati dividen tunai sebesar Rp 12,28 per saham dalam RUPS tahunan. Perseroan menjadwalkan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 8 April 2026, lalu ex dividen pada 9 April 2026. Untuk pasar tunai, cum dividen berlangsung pada 10 April 2026 dan ex dividen pada 13 April 2026. Daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai ditetapkan pada 10 April 2026, sementara pembayaran dilakukan pada 4 Mei 2026.
Perseroan juga mengingatkan bahwa dividen tunai dikenakan pajak sesuai peraturan perpajakan yang berlaku. Beban pajak tersebut menjadi tanggungan masing-masing pemegang saham dan dipotong langsung dari dividen yang diterima. Penjelasan itu menjadi bagian dari informasi resmi yang disampaikan emiten kepada investor. Dengan jadwal yang sudah diumumkan, pelaku pasar kini memiliki acuan waktu untuk memperhitungkan hak dividen dan strategi transaksi saham WOMF.
Kinerja 2025 dan implikasi bagi investor
Hingga 31 Desember 2025, WOM Finance membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 142,55 miliar. Perseroan juga mencatat saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 1,37 triliun dan ekuitas Rp 1,98 triliun. Angka-angka tersebut menunjukkan dasar keuangan yang digunakan perusahaan dalam menetapkan porsi pembagian dividen tahun buku 2025. Rasio pembayaran 30% dari laba bersih menempatkan sebagian laba tetap ditahan untuk mendukung kebutuhan usaha berikutnya.
Bagi investor di pasar modal Indonesia, tingkat imbal hasil sekitar 4,04% memberi gambaran potensi pendapatan tunai dari kepemilikan saham WOMF pada harga penutupan 2 April 2026. Nilai yield itu tetap bergantung pada pergerakan harga saham hingga mendekati cum dividen. Pembagian dividen juga menjadi salah satu sinyal tentang kebijakan pengembalian modal perseroan kepada pemegang saham. Di sisi lain, investor masih perlu memperhitungkan pajak dividen dan volatilitas harga saham sebelum tanggal pencatatan.
Sebelumnya, kami melaporkan penilaian OJK bahwa pasar modal domestik tetap solid di tengah volatilitas tinggi, meski IHSG terkoreksi dan pergerakan dipengaruhi sentimen eksternal. Dalam laporan itu, OJK menyoroti likuiditas yang masih kuat tercermin dari nilai transaksi harian yang tetap besar, serta pemantauan pergerakan pasar untuk menjaga kepercayaan investor.
Berita bonuses Terbaru
- Forex
- Crypto