Danantara nilai reli IHSG tetap rentan koreksi jangka pendek
Penguatan tajam Indeks Harga Saham Gabungan mendorong perhatian pelaku pasar terhadap peluang koreksi dalam beberapa hari ke depan. Di tengah kenaikan itu, Danantara menilai fluktuasi jangka pendek tetap wajar selama persepsi terhadap fundamental dan kebijakan Indonesia masih positif.
Sorotan
- IHSG melonjak 4,12 persen atau 247 poin ke level 6.254,97 pada 15 Juni 2026 dengan volume transaksi 54,61 miliar saham dan nilai Rp30,14 triliun.
- Pasar modal Indonesia sempat terkoreksi 36 hingga 40 persen dalam beberapa bulan terakhir, sehingga saham berfundamental baik menjadi lebih murah dan menarik bagi pembelian.
- Bank Mandiri (BMRI) memimpin penguatan sektor perbankan dengan kenaikan 300 poin atau 7,14 persen menjadi Rp4.500 per saham dalam sesi perdagangan tersebut.
Prospek IHSG dan pandangan investor
Seperti dilaporkan Kompas.com, CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan IHSG sedang naik kencang saat ini, tetapi tetap bisa mengalami dinamika pada momen berikutnya. Ia menyebut kenaikan pasar yang cepat biasanya diikuti penurunan tipis dalam beberapa hari sebelum kembali menguat, dan kondisi itu dinilai sebagai pergerakan yang normal.Rosan menekankan koreksi lanjutan pada IHSG tidak perlu dibaca sebagai perubahan arah yang mendasar karena pasar saham memang bergerak naik turun. Menurut dia, investor asing cenderung melihat pasar modal Indonesia dalam perspektif jangka panjang, berbeda dengan sebagian investor domestik, khususnya ritel, yang lebih sering berfokus pada pergerakan jangka pendek dan transaksi harian.
Ia menambahkan investor luar negeri menilai faktor fundamental, teknikal, kebijakan, dan persepsi pasar secara lebih menyeluruh. Dalam pandangan itu, fluktuasi harian tetap berpengaruh, tetapi arus investasi berpotensi bertahan bila prospek pertumbuhan dinilai masih kuat.
Kenaikan indeks dan dampaknya bagi pasar
Rosan mengatakan pasar modal Indonesia sempat terkoreksi 36 persen hingga 40 persen dalam beberapa bulan terakhir, sehingga sejumlah saham berfundamental baik menjadi jauh lebih murah. Menurut dia, kondisi itu membuka ruang beli bagi investor yang menilai pertumbuhan perbankan, dividen, yield, dan valuasi price to book masih menarik.Pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026, IHSG melonjak 4,12 persen atau 247 poin ke level 6.254,97, setelah bergerak di kisaran 6.118 hingga 6.345. Volume transaksi mencapai 54,61 miliar saham dengan nilai perdagangan Rp30,14 triliun dan frekuensi 3,26 juta kali.
Mayoritas saham berakhir di zona hijau, dengan 603 saham menguat, 125 saham melemah, dan 90 saham stagnan. Di kelompok perbankan berkapitalisasi besar, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memimpin penguatan setelah naik 300 poin atau 7,14 persen menjadi Rp4.500 per saham.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang lonjakan IHSG pada sesi I perdagangan 15 Juni 2026, kami mencatat indeks menguat tajam ke area 6.309 seiring dominasi saham yang naik dan nilai transaksi yang ramai. Kami juga menekankan bahwa reli didukung penguatan rupiah serta optimisme investor terhadap prospek ekonomi, meski kelanjutannya tetap dipengaruhi arus dana asing dan stabilitas global.
- Forex
- Crypto