IHSG melonjak 5,03 persen pada sesi I, nilai transaksi capai Rp17,1 triliun
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Senin siang menunjukkan penguatan luas dengan kenaikan tajam pada Indeks Harga Saham Gabungan hingga akhir sesi I. Pergerakan ini terjadi di tengah aktivitas transaksi yang tinggi, dengan mayoritas emiten berada di zona hijau dan volume perdagangan menembus 30,33 miliar lembar saham.
Sorotan
- IHSG melonjak 5,03 persen ke level 6.309 pada sesi I Senin, 15 Juni 2026, dengan nilai transaksi Rp17,1 triliun dan volume 30,33 miliar saham.
- Dari 959 emiten yang diperdagangkan, 690 saham menguat, 92 melemah, dan 177 stagnan, mencerminkan dominasi sentimen positif di pasar.
- Saham top gainers sesi I: Magna Investama Mandiri (MGNA) naik 29,87 persen, Bukaka Teknik Utama (BUKK) 24,88 persen, dan Trimitra Prawara Goldland (ATAP) 24,83 persen.
Pergerakan indeks dan aktivitas perdagangan sesi I
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG ditutup menguat 302,08 poin atau 5,03 persen ke level 6.309 pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (15/6/2026). Sepanjang sesi, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.313 dan turun ke level terendah 6.118.Nilai transaksi hingga sesi I mencapai Rp17,1 triliun dengan volume 30,33 miliar lembar saham. Frekuensi perdagangan tercatat 1,8 juta kali transaksi, sementara kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp11 triliun.
Pendorong penguatan dan saham yang tertekan
Penguatan pasar terlihat dari sebaran saham yang didominasi kenaikan. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 690 emiten menguat, 92 emiten melemah, dan 177 saham stagnan.Pada kelompok top gainers, Magna Investama Mandiri (MGNA) memimpin setelah melonjak 29,87 persen. Bukaka Teknik Utama (BUKK) naik 24,88 persen dan Trimitra Prawara Goldland (ATAP) menguat 24,83 persen.
Di sisi lain, saham top losers dipimpin Hoffmen Cleanindo (KING) yang turun 10,00 persen. Black Diamond Resources (COAL) melemah 8,82 persen, sedangkan Shield On Service (SOSS) turun 8,39 persen.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan 15 Juni 2026, kami mencatat indeks sempat naik tajam sejak menit-menit awal seiring dominasi saham yang menguat dan aktivitas transaksi yang ramai. Kami juga menyoroti bahwa penguatan tersebut didukung apresiasi rupiah serta meningkatnya optimisme investor terhadap prospek ekonomi, meski keberlanjutan reli tetap bergantung pada masuknya arus dana asing dan stabilitas kondisi global.
Berita Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto