Harga BBM subsidi Indonesia tetap kompetitif dibanding Malaysia
Di tengah tekanan harga energi global, pemerintah masih mempertahankan harga BBM subsidi di Indonesia pada level yang tidak berubah. Posisi itu menempatkan Pertalite dan Biosolar sebagai produk bersubsidi yang tetap kompetitif dibanding harga bensin dan solar bersubsidi di Malaysia pada periode 11-17 Juni 2026.
Sorotan
- Harga Pertalite di Indonesia tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter, tidak berubah meski harga energi global naik.
- Pada 11-17 Juni 2026, harga bensin RON95 subsidi Malaysia RM1,99 per liter dan solar subsidi RM2,15 per liter, tetap lebih murah dari Indonesia.
- Harga Pertamax nonsubsidi naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter per 10 Juni 2026.
Perbandingan harga subsidi dan penyesuaian terbaru
Sebagaimana diberitakan Okezone Economy, harga Pertalite di Indonesia tetap bertahan di Rp10.000 per liter dan Biosolar di Rp6.800 per liter. Kebijakan ini berlangsung meski terjadi kenaikan harga energi global dan di saat Malaysia juga menjalankan subsidi untuk sejumlah jenis BBM.Berdasarkan penetapan harga terbaru untuk periode 11-17 Juni 2026, harga bensin RON95 bersubsidi melalui program BUDI95 di Malaysia dipatok RM1,99 per liter. Sementara itu, harga solar bersubsidi di Semenanjung Malaysia berada di level RM2,15 per liter.
Di Indonesia, harga BBM subsidi tidak berubah walaupun Pertamina menyesuaikan harga produk nonsubsidi sejak 10 Juni 2026. Pertamax naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green meningkat dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
Dampak bagi pasar energi dan konsumen domestik
Stabilnya harga BBM subsidi menunjukkan pemerintah masih menahan beban kenaikan biaya energi agar dampaknya ke konsumen lebih terbatas. Di saat yang sama, penyesuaian pada BBM nonsubsidi menandakan tekanan harga global lebih langsung diteruskan ke segmen bahan bakar komersial.Untuk produk nonsubsidi lain, harga masih bertahan pada level sebelumnya. Pertamax Turbo dipatok Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang kebijakan pemerintah menahan harga BBM subsidi dan LPG 3 kg, kami membahas keputusan menjaga Pertalite tetap Rp10.000 per liter di tengah lonjakan harga minyak akibat ketegangan geopolitik. Kami juga menyoroti bahwa ruang penyesuaian untuk BBM nonsubsidi seperti Pertamax tetap mengikuti dinamika harga minyak dunia, sehingga peluang turunnya harga dapat terbuka jika tekanan global mereda.
- Forex
- Crypto