IHSG melemah pada sesi I, sektor non siklikal dan infrastruktur menekan pasar

IHSG melemah pada sesi I, sektor non siklikal dan infrastruktur menekan pasar
IHSG turun, sektor menekan

Menurut data perdagangan yang dikutip dalam artikel, IHSG ditutup turun 0,79 persen ke level 6.971 pada penutupan sesi pertama Senin, 6 April 2026, setelah sejak pembukaan juga bergerak di zona koreksi. Selama sesi ini, indeks bergerak dalam rentang 6.934 hingga 7.154 dengan volume 16,74 miliar saham dan nilai transaksi Rp8,4 triliun. Pelemahan tersebut terjadi ketika jumlah saham yang turun, 449 emiten, jauh melampaui 248 saham yang naik, sementara 261 emiten tidak berubah.

Sorotan

  • IHSG melemah di sesi I, sempat naik ke 7.154 dan turun ke level terendah 6.934 sebelum ditutup di 6.971, dengan nilai transaksi sekitar Rp12,1 triliun.
  • Sektor non siklikal turun 1,40 persen dan infrastruktur 1,32 persen menjadi penekan utama indeks, diikuti transportasi, keuangan, properti, teknologi, dan kesehatan.
  • Sektor energi naik 0,51 persen, non siklikal tertentu menguat 1,81 persen, industri 1,43 persen, dan bahan baku 0,02 persen membatasi pelemahan lebih lanjut.

Pergerakan indeks dan aktivitas perdagangan sesi pertama

Tekanan jual terlihat sepanjang paruh pertama perdagangan, yang membuat indeks acuan Bursa Efek Indonesia bertahan di wilayah negatif. Selain menyentuh titik tertinggi 7.154, IHSG juga sempat turun ke level terendah 6.934 sebelum menutup sesi di 6.971. Frekuensi transaksi tercatat mencapai 1 juta kali, menunjukkan aktivitas pasar tetap ramai meski arah pergerakan cenderung melemah.

Dari sisi kapitalisasi pasar, nilainya tercatat sekitar Rp12,1 triliun menurut artikel. Komposisi pasar memperlihatkan sentimen yang masih tertekan, karena jumlah emiten yang melemah lebih dominan dibandingkan saham yang menguat. Kondisi ini menegaskan pelemahan indeks tidak hanya datang dari segelintir saham, tetapi tersebar lebih luas di pasar.

Tekanan sektoral dan dampaknya bagi sentimen pasar Indonesia

Pendorong utama penurunan IHSG berasal dari mayoritas sektor yang berada di zona merah selama sesi pertama. Sektor non siklikal menjadi penekan terbesar setelah turun 1,40 persen, disusul infrastruktur 1,32 persen dan transportasi 0,85 persen. Sektor keuangan, properti, teknologi, dan kesehatan juga ikut terkoreksi, masing-masing sebesar 0,72 persen, 0,29 persen, 0,79 persen, dan 0,73 persen.

Di tengah tekanan tersebut, beberapa sektor masih mencatat penguatan dan membantu membatasi pelemahan indeks yang lebih dalam. Sektor energi naik 0,51 persen, sektor yang dalam artikel disebut non siklikal menguat 1,81 persen, sektor bahan baku naik 0,02 persen, dan sektor industri bertambah 1,43 persen. Pergerakan yang bercampur ini menunjukkan pasar saham Indonesia masih menghadapi rotasi sektor, namun tekanan pada sektor-sektor besar tetap lebih dominan pada sesi pertama.

Sebelumnya, kami melaporkan pelemahan IHSG pada awal perdagangan Senin, ketika indeks bergerak di zona merah dan turun hingga kisaran 6.972 dalam beberapa menit pertama. Laporan itu juga menyoroti aktivitas transaksi pembukaan, pergerakan indeks LQ45 dan JII, serta tekanan yang meluas di sejumlah sektor meski ada beberapa sektor dan saham yang masih menguat.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.