Amar Bank bukukan laba dan kredit tumbuh di Indonesia

Amar Bank bukukan laba dan kredit tumbuh di Indonesia
Laba Amar Bank naik tajam

Dalam keterangan resmi yang dikutip pada Selasa, PT Bank Amar Indonesia Tbk melaporkan kinerja 2025 dengan laba bersih Rp 249,6 miliar, naik 16,1% secara tahunan, ditopang ekspansi kredit dan pertumbuhan simpanan. Laporan ini merujuk pada capaian hingga akhir 2025, sehingga perusahaan juga menempatkannya sebagai dasar strategi operasional pada 2026. Bank digital tersebut tetap mengarahkan bisnisnya ke segmen ritel dan usaha mikro, kecil, dan menengah, atau UMKM, di Indonesia.

Sorotan

  • Amar Bank membukukan pertumbuhan kredit 35,7% year-on-year menjadi Rp 3,98 triliun per akhir 2025, dengan lebih dari 50% portofolio ke UMKM.
  • Rasio kredit bermasalah (NPL) Amar Bank turun signifikan ke 0,83% pada 2025 dari 1,07% tahun sebelumnya, mengindikasikan risiko yang tetap terkendali di tengah ekspansi.
  • Jumlah simpanan nasabah Amar Bank tumbuh dua kali lipat dari tahun sebelumnya, memperkuat likuiditas dan menopang ekspansi digital serta kredit UMKM secara berkelanjutan.

Kinerja 2025 dan arah bisnis digital

Manajemen menyatakan capaian tahun 2025 menjadi rekor laba tertinggi sepanjang perjalanan Amar Bank. Hingga akhir 2025, penyaluran kredit tumbuh 35,7% secara tahunan menjadi Rp 3,98 triliun. Lebih dari 50% portofolio kredit bank disalurkan ke sektor UMKM. Pertumbuhan kredit itu didorong oleh ekspansi pinjaman digital melalui aplikasi Tunaiku by Amar Bank.

Direktur Utama Amar Bank Vishal Tulsian mengatakan hasil tersebut mencerminkan fokus perseroan pada pertumbuhan yang dinilai semakin berkualitas. Menurut dia, bank mendorong ekspansi kredit secara sehat sambil menjaga kualitas aset tetap terkelola dengan baik. Untuk 2026, Amar Bank menyatakan terus memperkuat produk dan layanan digitalnya. Perseroan juga melanjutkan fokus pada pemberdayaan UMKM untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Dampak pada likuiditas dan pembiayaan UMKM

Amar Bank menyebut pertumbuhan pembiayaan berjalan seiring dengan perbaikan kualitas kredit. SVP Finance Amar Bank David Wirawan mengatakan rasio kredit bermasalah, atau NPL, turun menjadi 0,83% pada 2025 dari 1,07% pada tahun sebelumnya. Penurunan itu menunjukkan risiko pembiayaan tetap terkendali saat kredit bertumbuh. Kondisi tersebut penting bagi bank digital yang memperluas penyaluran pada nasabah ritel dan UMKM.

David juga menyatakan kepercayaan nasabah meningkat, tercermin dari jumlah simpanan yang tumbuh dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut dia, bank pada saat yang sama menjaga posisi likuiditas tetap kuat. Kombinasi simpanan yang meningkat dan NPL yang menurun memberi ruang bagi Amar Bank untuk menopang ekspansi bisnis secara berkelanjutan. Bagi sektor perbankan Indonesia, fokus pada digitalisasi dan pembiayaan UMKM menempatkan Amar Bank pada area pertumbuhan yang masih menjadi perhatian industri.

Sebelumnya, kami melaporkan bahwa pembiayaan UMKM dipandang sebagai penopang penting bagi portofolio kredit perbankan saat tekanan ekonomi global dan risiko geopolitik masih berlangsung. Dalam laporan itu, ditekankan pula bahwa ekspansi kredit ke segmen ini perlu tetap disiplin melalui seleksi debitur dan penerapan manajemen risiko, agar kualitas aset dan stabilitas sektor keuangan tetap terjaga.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.