IHSG melemah pada sesi I perdagangan Jakarta

IHSG melemah pada sesi I perdagangan Jakarta
IHSG melemah di sesi pagi

Menurut data perdagangan yang dikutip dalam artikel, Indeks Harga Saham Gabungan pada sesi pertama Kamis turun 0,15 persen ke level 7.268, setelah sempat dibuka di zona merah pada 7.238. Pergerakan intraday menunjukkan indeks bergerak di rentang 7.191 hingga 7.290 sampai menjelang siang. Pelemahan ini terjadi di tengah aktivitas transaksi yang tetap ramai di pasar saham Indonesia.

Sorotan

  • IHSG sempat mencapai level tertinggi 7.290 dan terendah 7.191 pada sesi pertama dengan volume transaksi 15,2 miliar lembar serta nilai Rp8,8 triliun.
  • Sebanyak 375 emiten melemah, 292 menguat, dan 291 stagnan, menandakan tekanan jual dominan dan IHSG ditutup di zona negatif sesi I.
  • Citatah memimpin kenaikan saham dengan lonjakan 39,99 persen, sedangkan Pinnacle Persada Investama turun paling dalam sebesar 14,76 persen.

Pergerakan indeks dan aktivitas transaksi sesi pagi

IHSG bergerak fluktuatif sepanjang sesi pertama dengan sempat mencapai level tertinggi 7.290 dan terendah 7.191. Volume transaksi tercatat mencapai 15,2 miliar lembar saham. Nilai transaksi berada di Rp8,8 triliun dengan frekuensi perdagangan sekitar 1,3 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat di kisaran Rp12,8 triliun.

Komposisi saham naik dan turun di bursa

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 292 emiten menguat, 375 emiten melemah, dan 291 saham bergerak stagnan. Komposisi ini menunjukkan tekanan jual masih lebih dominan dibanding saham yang mencatat kenaikan. Kondisi tersebut sejalan dengan penutupan IHSG yang berada di zona negatif pada akhir sesi pertama.

Saham penggerak utama kenaikan dan penurunan

Di jajaran saham penguat, Citatah memimpin setelah melonjak 39,99 persen. Bhaskara Finance naik 27,47 persen, sementara Guna Timur Raya menguat 24,66 persen. Pada sisi pelemahan, Pinnacle Persada Investama turun 14,76 persen, disusul Insight Investments Menagement yang melemah 14,39 persen. Dana Brata Luhur juga tercatat turun 13,74 persen.

Sebelumnya, kami melaporkan rilis BEI terkait daftar emiten dengan konsentrasi kepemilikan saham di atas 95% per 31 Maret 2026 yang dinilai membantu investor menilai likuiditas dan memperkuat manajemen risiko. Dalam laporan tersebut, sejumlah manajer investasi menilai keterbukaan struktur kepemilikan menjadi acuan tambahan untuk evaluasi portofolio di tengah reformasi bursa dan kebutuhan transparansi pasar modal.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.