OJK dorong penyesuaian RBB untuk pembiayaan program prioritas
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan di Jakarta pada 10 April 2026 bahwa dukungan perbankan tetap dibutuhkan untuk memperkuat pembiayaan program pembangunan nasional, merespons langkah Otoritas Jasa Keuangan yang sedang menyiapkan Rancangan Peraturan OJK terkait penyesuaian Rencana Bisnis Bank. Menurut dia, dukungan fiskal pemerintah sudah memadai, tetapi fungsi intermediasi bank masih perlu diperkuat agar likuiditas lebih banyak mengalir ke sektor riil.
Sorotan
- OJK mengarahkan penyesuaian RBB agar bank lebih aktif membiayai program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan pembangunan tiga juta rumah.
- Purbaya menilai regulasi baru dapat mengalihkan likuiditas perbankan dari penempatan di bank sentral ke sektor produktif dan agenda pembangunan nasional.
- Penyesuaian RBB berpotensi memperkuat intermediasi perbankan dan memperluas kredit ke sektor riil, namun masih menunggu rincian aturan final OJK.
Skema penyesuaian RBB untuk program prioritas
Rancangan aturan itu diarahkan agar bank lebih aktif mendanai sejumlah agenda prioritas pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis, pembangunan tiga juta rumah, dan Koperasi Desa Merah Putih. Purbaya menyambut positif inisiatif tersebut, meski ia menegaskan masih menunggu naskah aturan resmi untuk menilai substansinya secara menyeluruh. Ia menyatakan penilaian yang lebih tepat baru dapat diberikan setelah ketentuan final diterbitkan.
Menurut Purbaya, selama ini terdapat kecenderungan sebagian perbankan lebih memilih menempatkan dana di bank sentral dibanding menyalurkannya ke proyek pembangunan. Ia menilai dorongan regulasi dapat mengubah arah penempatan likuiditas itu ke sektor yang lebih produktif bagi perekonomian. Langkah tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya memperbesar kontribusi lembaga jasa keuangan terhadap agenda pembangunan nasional.
Dampak terhadap intermediasi dan ekonomi domestik
Purbaya menekankan bahwa inti pertumbuhan ekonomi terletak pada berjalannya fungsi utama perbankan sebagai pemberi pinjaman. Dalam pandangannya, setiap kebijakan yang mendorong bank menjalankan fungsi intermediasi secara lebih kuat akan berdampak baik bagi ekonomi. Karena itu, peningkatan pembiayaan ke sektor riil dipandang penting untuk menopang pelaksanaan program pemerintah dan aktivitas usaha domestik.
Bagi sektor perbankan, penyesuaian RBB berpotensi menjadi sinyal penguatan peran bank dalam pembiayaan pembangunan. Bagi perekonomian nasional, langkah itu dapat memperluas aliran kredit ke proyek yang memiliki dampak sosial dan ekonomi lebih luas. Namun, arah implementasinya masih akan sangat ditentukan oleh rincian aturan yang tengah disiapkan OJK.
Kami sebelumnya melaporkan rencana OJK merevisi ketentuan Rencana Bisnis Bank (RBB) melalui RPOJK agar penyaluran kredit perbankan lebih selaras dengan agenda strategis nasional. Dalam laporan tersebut, dukungan pembiayaan diarahkan ke program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, Program Tiga Juta Rumah, serta Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, seiring besarnya realisasi pembiayaan sektor keuangan pada awal 2026.
- Forex
- Crypto