Indonesia-Iran relation concerns rise amid Hormuz shipping risk

Indonesia-Iran relation concerns rise amid Hormuz shipping risk
Indonesia-Iran di titik rendah

Dalam podcast Gaspol! yang tayang di YouTube Kompas.com pada Jumat, mantan Duta Besar Indonesia untuk Iran Dian Wirengjurit menyatakan hubungan Indonesia dan Iran sedang berada pada titik terendah. Ia mengaitkan penurunan itu dengan keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace bersama U.S. dan Israel, di tengah perang yang menurutnya memengaruhi posisi diplomatik Jakarta. Pernyataan itu juga muncul saat keselamatan pelayaran energi, termasuk dua kapal Pertamina di Selat Hormuz, dinilai bergantung pada sikap resmi pemerintah terhadap konflik tersebut.

Sorotan

  • Hubungan diplomatik Indonesia-Iran memburuk ke titik terendah setelah Indonesia bergabung dengan Board of Peace bersama U.S. dan Israel, memicu kekhawatiran perubahan posisi politik luar negeri.
  • Sikap diplomatik Indonesia berpotensi memengaruhi izin melintas dua kapal Pertamina di Selat Hormuz, jalur strategis distribusi energi regional.
  • Ketidakpastian sikap resmi pemerintah Indonesia terhadap konflik Iran memperbesar risiko bagi sektor energi dan logistik yang sangat bergantung pada stabilitas Selat Hormuz.

Penilaian diplomatik dan faktor pemicu

Dian menilai hubungan kedua negara sedang tidak baik dan menggambarkannya sebagai titik paling bawah. Menurut dia, salah satu penyebab utama adalah langkah Indonesia bergabung dengan Board of Peace bersama U.S. dan Israel. Ia memandang langkah itu dibaca sebagai perubahan posisi politik luar negeri Indonesia terhadap Iran.

Ia juga mengatakan keputusan tersebut dapat dianggap meninggalkan sejumlah forum yang selama ini identik dengan kedekatan Indonesia dengan negara-negara berkembang dan dunia Islam. Dalam penilaiannya, itu mencakup prinsip non-blok, Organisasi Kerja Sama Islam, dan D8. Pandangan tersebut menunjukkan kekhawatiran bahwa arah diplomasi Indonesia kini dinilai kurang sejalan dengan mitra tradisionalnya.

Dampak pada pelayaran energi dan posisi pemerintah

Dian melihat pemerintah perlu menunjukkan sikap yang lebih tegas bila ingin memperbaiki hubungan diplomatik dengan Iran. Ia menilai pemerintah belum mengeluarkan pernyataan yang mengutuk serangan U.S. dan Israel terhadap Iran. Menurut dia, pernyataan resmi semacam itu diperlukan sebagai sinyal politik kepada Teheran.

Ia menambahkan keberpihakan yang lebih jelas pada Iran dapat berkaitan dengan izin melintas bagi dua kapal Pertamina di Selat Hormuz. Jalur itu sangat penting bagi distribusi energi dan perdagangan kawasan. Karena itu, menurut dia, sikap diplomatik Indonesia berpotensi memiliki implikasi langsung terhadap kelancaran operasi pelayaran strategis.

Implikasi bagi hubungan regional Indonesia

Pernyataan Dian menyoroti bagaimana konflik kawasan dapat memengaruhi hubungan bilateral Indonesia di Timur Tengah. Jika penilaian tersebut mencerminkan pandangan yang lebih luas, pemerintah menghadapi tekanan untuk menyeimbangkan kepentingan diplomatik, keamanan energi, dan posisi politik luar negeri. Isu ini juga relevan bagi pelaku usaha energi dan logistik yang bergantung pada stabilitas Selat Hormuz.

Hingga materi podcast itu dipublikasikan, artikel tidak memuat tanggapan resmi pemerintah atas penilaian tersebut. Dengan begitu, sorotan tetap tertuju pada apakah Jakarta akan menyesuaikan pesan diplomatiknya di tengah perang yang masih berlangsung. Perkembangan sikap resmi pemerintah dapat menjadi faktor penting bagi prospek hubungan Indonesia dengan Iran.

Kami sebelumnya melaporkan pergerakan harga minyak WTI yang sangat dipengaruhi dinamika ketegangan Amerika Serikat dan Iran menjelang rencana pembicaraan kedua pihak. Dalam laporan tersebut, rebound WTI dipetakan dari area support $86,50-$86,00 dengan perhatian pada risiko penembusan support $90,50-$90,00, sementara eskalasi di Timur Tengah berpotensi mendorong WTI menembus $95,00 hingga mendekati $100,00 per barel.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.