Bank DBS bidik pertumbuhan nasabah prioritas double digit di Indonesia
PT Bank DBS Indonesia menargetkan pertumbuhan dua digit untuk nasabah prioritas dengan saldo minimum Rp 10 miliar pada 2026, menurut pernyataan Head of Segmentation & Liabilities Consumer Banking Group Bank DBS, Natalina Syabana, kepada Kontan pada 14 April. Target ini datang saat bank memperluas fokus pengelolaan kekayaan bagi segmen nasabah kelas atas di tengah kenaikan dana kelolaan dan basis nasabah pada 2025. DBS menyatakan strategi utamanya bertumpu pada penguatan layanan manajemen aset, dukungan relationship manager, dan masukan pasar dari pakar global maupun lokal.
Sorotan
- Bank DBS menargetkan pertumbuhan dua digit untuk nasabah prioritas baru dengan saldo minimum Rp 10 miliar tahun ini, dengan strategi portofolio proaktif dan produk yang disesuaikan.
- Per Desember 2025, nasabah prioritas DBS dengan saldo minimum Rp 10 miliar naik 9% yoy dan asset under management tumbuh 13%.
- Pada awal tahun, pertumbuhan nasabah prioritas dengan saldo minimum Rp 1 miliar mencapai 61% yoy, sementara AUM meningkat 62%, menandai potensi migrasi ke segmen private client.
Target pertumbuhan nasabah dan strategi layanan
Bank DBS menyebut pertumbuhan nasabah prioritas baru dengan saldo minimum Rp 10 miliar diperkirakan mencapai dua digit tahun ini. Layanan untuk segmen ini mencakup dukungan manajemen aset kekayaan bersama manajer keuangan. Perseroan juga menekankan optimalisasi kinerja dana nasabah melalui strategi portofolio yang lebih proaktif dan penawaran produk yang disesuaikan.
Natalina mengatakan pengembangan kapabilitas relationship manager menjadi bagian penting dari rencana tersebut. Menurut dia, pendekatan itu didukung oleh insight dari pakar global dan lokal untuk menjaga ketangguhan portofolio nasabah. Fokus ini menunjukkan DBS memperkuat bisnis wealth management sebagai penggerak pertumbuhan dana murah dan fee based income.
Bank DBS saat ini menawarkan dua lapis layanan prioritas, yakni DBS Treasures untuk saldo minimum Rp 1 miliar dan DBS Treasures Private Client untuk saldo minimum Rp 10 miliar. Struktur layanan itu memberi ruang bagi bank untuk menangkap nasabah affluent dan high net worth secara bertahap. Mayoritas nasabah prioritas DBS disebut berasal dari kalangan pengusaha, meski ada juga karyawan swasta dan profesional.
Kinerja 2025 menopang ekspansi 2026
Optimisme terhadap target 2026 didukung capaian pada akhir 2025. Pada Desember 2025, jumlah nasabah prioritas dengan saldo minimum Rp 10 miliar naik 9% secara tahunan, sedangkan asset under management dari kelompok ini tumbuh 13% dibandingkan setahun sebelumnya. Angka itu menunjukkan basis bisnis nasabah kaya tetap berkembang meski persaingan layanan prioritas antarbank semakin ketat.
Di segmen nasabah prioritas dengan saldo minimum Rp 1 miliar, pertumbuhan pada awal tahun juga lebih cepat. Dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya, jumlah nasabah prioritas baru di kelompok ini meningkat 61%, sementara total AUM naik 62%. Laju tersebut memberi sinyal bahwa pipa nasabah affluent dapat menjadi sumber kenaikan nasabah private client ke depan.
Bagi industri perbankan Indonesia, persaingan di segmen wealth management semakin penting karena mendorong retensi dana dan penjualan produk investasi. Bagi DBS, pertumbuhan nasabah prioritas dapat memperkuat posisi bank dalam layanan pengelolaan kekayaan sekaligus memperluas hubungan bisnis dengan pemilik usaha dan profesional beraset besar. Strategi itu juga sejalan dengan tren bank besar yang mengejar pertumbuhan berbasis nasabah bernilai tinggi, bukan hanya ekspansi kredit.
Kami sebelumnya melaporkan tren konsentrasi simpanan nasabah kaya yang makin menguat, dengan rekening bersaldo di atas Rp 5 miliar hanya 0,2% dari total rekening tetapi menguasai 57,98% total simpanan per Februari 2026. Laporan itu juga menyoroti bagaimana bank—termasuk Bank DBS—mendorong ekspansi layanan nasabah prioritas seiring pertumbuhan dana kelolaan dan jumlah nasabah, di tengah tantangan menyalurkan likuiditas besar ke kredit produktif.
- Forex
- Crypto