IHSG melemah tipis ke 7.621, nilai transaksi capai Rp17,8 triliun

IHSG melemah tipis ke 7.621, nilai transaksi capai Rp17,8 triliun
IHSG nyaris datar, transaksi tinggi

Pergerakan pasar saham Indonesia berakhir nyaris datar pada penutupan perdagangan Kamis, 16 April 2026, dengan Indeks Harga Saham Gabungan turun tipis ke level 7.621,38. Aktivitas transaksi tetap tinggi, mencapai Rp17,8 triliun dari 37,1 miliar saham yang diperdagangkan, sementara jumlah saham yang menguat masih lebih banyak dibandingkan yang melemah.

Sorotan

  • IHSG ditutup melemah 2,21 poin atau 0,03 persen ke 7.621 dengan nilai transaksi mencapai Rp17,8 triliun pada perdagangan hari ini.
  • Indeks LQ45 turun 0,35 persen ke 757 dan kelompok sektor energi hingga bahan baku melemah, sementara keuangan, transportasi, industri, teknologi, dan kesehatan menguat.
  • Saham DEFI, KRYA, dan LABA naik lebih dari 34 persen, sedangkan PSDN, SDMU, dan SMIL turun lebih dari 14 persen, mencerminkan sentimen pasar yang terpecah.

Kinerja indeks dan pergerakan sektoral

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG ditutup melemah 2,21 poin atau 0,03 persen pada sesi terakhir perdagangan hari ini. Pada penutupan perdagangan terdapat 385 saham menguat, 326 saham melemah, dan 248 saham stagnan.

Di jajaran indeks utama, LQ45 turun 0,35 persen ke 757, JII melemah 0,56 persen ke 529, IDX30 turun 0,10 persen ke 403, dan MNC36 turun 0,24 persen ke 315. Dari sisi sektoral, kelompok yang berada di zona merah meliputi energi, konsumer siklikal, infrastruktur, properti, dan bahan baku, sedangkan sektor yang menguat mencakup konsumer non siklikal, keuangan, transportasi, industri, teknologi, dan kesehatan.

Saham penggerak dan gambaran sentimen pasar

Di kelompok top gainers, saham PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) naik 34,44 persen ke Rp121, PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) menguat 34,33 persen ke Rp90, dan PT Green Power Group Tbk (LABA) naik 34,19 persen ke Rp157. Kenaikan tajam pada sejumlah saham ini menunjukkan masih adanya minat selektif investor meski indeks utama bergerak terbatas.

Sementara itu, top losers ditempati oleh PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) yang turun 14,73 persen ke Rp191, PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) melemah 14,66 persen ke Rp99, dan PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) turun 14,55 persen ke Rp282. Komposisi penguatan dan pelemahan saham tersebut mencerminkan perdagangan yang tetap aktif, namun dengan sentimen yang terpecah di berbagai sektor pada akhir sesi.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pelemahan IHSG pada sesi pertama perdagangan Kamis (16/4/2026), indeks ditutup turun 0,36% ke 7.596 dengan nilai transaksi Rp10,74 triliun dan komposisi saham yang relatif berimbang. Ulasan tersebut menyoroti DEFI sebagai top gainer (naik 34,44%) bersama KRYA dan WBSA, sementara tekanan terbesar datang dari PSDN, SDMU, dan ROTI—memberi gambaran awal sentimen pasar sebelum pergerakan di sesi berikutnya.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.