Adira Finance pertimbangkan momentum pasar untuk penerbitan obligasi

Adira Finance pertimbangkan momentum pasar untuk penerbitan obligasi
Adira tunda obligasi

Adira Finance menyatakan rencana penerbitan obligasi berikutnya bergantung pada perubahan kondisi pasar dan kebutuhan pendanaan perusahaan. Pertimbangan itu mencakup arah suku bunga acuan, pergerakan imbal hasil obligasi, serta sentimen investor terhadap kondisi makroekonomi yang bergerak tajam.

Sorotan

  • Adira Finance mempertimbangkan penerbitan obligasi dengan mencermati perubahan suku bunga acuan, pergerakan yield, dan sentimen makroekonomi untuk waktu eksekusi optimal.
  • Hingga Februari 2026, Adira Finance sudah menerbitkan obligasi dan sukuk senilai Rp 2,5 triliun dengan tingkat bunga kompetitif dan minat investor yang positif.
  • Pefindo mencatat penerbitan surat utang multifinance naik 19,3% year-on-year menjadi Rp 12,93 triliun per Mei 2026, menunjukkan tren pembiayaan instrumen utang tetap kuat.

Faktor pasar dan strategi pendanaan

Seperti diberitakan KONTAN Indonesia, Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan perusahaan mencermati sejumlah variabel sebelum masuk ke pasar obligasi, termasuk perubahan arah suku bunga acuan dan pergerakan yield obligasi. Ia menambahkan sentimen investor terhadap kondisi makroekonomi juga menjadi faktor penting, sehingga waktu pelaksanaan penerbitan selanjutnya sangat ditentukan oleh momentum pasar yang paling optimal.

Menurut Gani, pasar obligasi tetap menjadi salah satu alternatif pendanaan yang penting bagi industri multifinance. Ia juga mengatakan Adira Finance tetap terbuka untuk mengevaluasi berbagai opsi pendanaan yang sesuai dengan kondisi pasar, kebutuhan dana, dan profil risiko perusahaan.

Hingga Februari 2026, Gani menilai kondisi pasar obligasi multifinance masih relatif kondusif. Dalam periode itu, Adira Finance telah menerbitkan obligasi dan sukuk senilai Rp 2,5 triliun, dengan tingkat bunga yang dinilai masih kompetitif dan minat investor yang tetap positif.

Dukungan pendanaan dan tren industri

Saat ini, Adira Finance memiliki sumber pendanaan yang terdiversifikasi, antara lain dari pinjaman bank onshore dan offshore, penerbitan obligasi dan sukuk, serta dukungan dari perusahaan induk dan grup, yakni Bank Danamon dan MUFG. Diversifikasi ini memberi ruang bagi perusahaan untuk menyesuaikan komposisi pendanaan ketika kondisi pasar surat utang berubah.

Sebagai gambaran industri, Pemeringkat Efek Indonesia, Pefindo, mencatat penerbitan surat utang multifinance mencapai Rp 12,93 triliun per Mei 2026. Nilai itu naik 19,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 10,84 triliun, menunjukkan pasar pembiayaan masih memanfaatkan instrumen surat utang meski menghadapi perubahan suku bunga dan yield.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kehati-hatian multifinance menerbitkan surat utang pada sisa 2026, kami menyoroti bagaimana kenaikan suku bunga acuan dan yield obligasi membuat emiten semakin selektif menentukan tenor serta waktu penerbitan. Ulasan itu juga menekankan bahwa pertumbuhan pembiayaan yang lemah menurunkan urgensi ekspansi pendanaan baru, sementara kebutuhan refinancing tetap menjaga pasar aktif karena besarnya surat utang multifinance yang jatuh tempo pada 2026.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.