Saham bank besar mayoritas menguat pada awal perdagangan Jakarta
Pergerakan saham perbankan berkapitalisasi besar dibuka beragam pada awal perdagangan Senin, dengan mayoritas emiten berada di zona hijau hingga menjelang akhir sesi pagi. BBCA memimpin penguatan, sementara BBNI menjadi satu-satunya saham bank besar yang masih tercatat melemah pada periode yang sama.
Sorotan
- Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 1,56% ke Rp 6.525 per saham pada pukul 10.49 WIB, melanjutkan penguatan sejak pembukaan.
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) masing-masing menguat 0,87% ke Rp 3.460 dan 0,22% ke Rp 4.630 per saham.
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 0,27% ke Rp 3.700 per saham, menunjukkan sentimen positif masih selektif di bank-bank besar Jakarta.
Pergerakan pembukaan dan posisi harga
KONTAN melaporkan, hingga pukul 10.49 WIB pada perdagangan sesi I Senin (20/4/2026), saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat kenaikan tertinggi di kelompok bank besar. Saham BBCA menguat 1,56% ke Rp 6.525 per saham dan melanjutkan penguatan setelah dibuka di level Rp 6.450 per saham.
Penguatan berikutnya datang dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), yang naik 0,87% ke Rp 3.460 per saham. Pada pembukaan perdagangan, saham BBRI juga sudah berada di zona hijau di level Rp 3.440 per saham.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turut dibuka menguat, dengan kenaikan 0,22% ke Rp 4.630 per saham. Pada awal perdagangan, saham BMRI sempat dibuka di level Rp 4.640 per saham.
Dampak pada sektor perbankan dan sentimen pasar
Di tengah mayoritas penguatan saham bank besar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) bergerak berbeda dan masih tertekan. Saham BBNI turun 0,27% ke Rp 3.700 per saham, setelah dibuka di level Rp 3.710 per saham.Pergerakan ini menunjukkan sentimen awal pekan terhadap saham perbankan besar di Bursa Efek Indonesia cenderung positif, meski belum merata di seluruh emiten utama. Variasi kinerja pada saham-saham big banks juga menandakan investor masih selektif dalam merespons prospek masing-masing bank pada perdagangan intraday.
Ketahanan perbankan menghadapi pelemahan rupiah dan prospek suku bunga BI sempat kami ulas, saat pasar menilai BI rate kemungkinan bertahan di 4,75% menjelang Rapat Dewan Gubernur. Dalam ulasan tersebut, kami mencatat saham bank besar masih terkoreksi sejak awal tahun, namun stabilitas suku bunga dinilai dapat membantu meredakan tekanan margin, menjaga kualitas kredit tetap terkendali, dan menjadi katalis bagi profitabilitas serta pertumbuhan kredit ke depan.
Berita Banks Terbaru
- Forex
- Crypto