Bank Mandiri catat porsi deposito special rate lampaui 60% di tengah kompetisi dana

Bank Mandiri catat porsi deposito special rate lampaui 60% di tengah kompetisi dana
Deposito special rate naik

Permintaan deposito dengan bunga khusus di perbankan meningkat ketika persaingan likuiditas makin ketat, dengan deposan bernilai besar menjadi pendorong utama. Di Bank Mandiri, porsi deposito yang memperoleh special rate kini melampaui 60% dari total portofolio deposito dan didominasi segmen korporasi serta nasabah wholesale.

Sorotan

  • Bank Mandiri mencatat porsi deposito special rate telah melampaui 60%, mayoritas berasal dari korporasi, BUMN, lembaga keuangan, dan nasabah wholesale.
  • Tekanan persaingan dana paling terasa pada segmen deposan besar yang sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga, memengaruhi strategi pendanaan bank.
  • Bank Mandiri fokus pada kebijakan pricing disiplin, akuisisi dana murah, optimalisasi relationship banking, dan perluasan solusi transaksi untuk menjaga likuiditas dan kontrol biaya dana.

Dampak pada strategi pendanaan perbankan

Komposisi deposito special rate di Bank Mandiri saat ini mayoritas berasal dari segmen korporasi, badan usaha milik negara, lembaga keuangan, dan nasabah wholesale lain, menunjukkan tekanan persaingan dana lebih terasa pada deposan yang sensitif terhadap perubahan suku bunga. Kondisi ini mencerminkan bank-bank besar tetap harus menyeimbangkan kebutuhan menjaga likuiditas dengan upaya mengendalikan biaya dana.

Ke depan, Bank Mandiri memperkirakan kompetisi penghimpunan dana masih berlanjut, khususnya pada segmen deposan besar. Meski begitu, strategi perseroan tidak hanya bertumpu pada kenaikan bunga deposito, melainkan juga pada kebijakan pricing yang disiplin dan selektif, penguatan akuisisi dana murah, optimalisasi relationship banking, serta perluasan solusi transaksi bagi nasabah.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang kenaikan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS, kami mengulas bagaimana penyesuaian 25 bps mendorong naiknya porsi simpanan berbunga di atas ambang penjaminan seiring bank makin agresif berebut dana pihak ketiga. Kami juga menyoroti bahwa kenaikan special rate terjadi luas di industri, sehingga tekanan biaya dana berpotensi bertahan dan dapat memengaruhi ruang bank untuk menjaga likuiditas sekaligus menyalurkan kredit.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.