IHSG ditutup melemah ke 7.541 pada akhir perdagangan Jakarta
Pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia berakhir negatif pada sesi terakhir perdagangan Rabu, dengan IHSG turun 17,77 poin atau 0,24 persen ke level 7.541. Nilai transaksi mencapai Rp17,9 triliun dari 47,4 miliar saham yang diperdagangkan, saat mayoritas indeks sektoral masih berada di zona hijau.
Sorotan
- IHSG ditutup melemah ke 7.541 pada Rabu, 22 April 2026, dengan volume perdagangan tinggi dan 459 saham menguat, 251 melemah, serta 249 stagnan.
- Indeks LQ45 turun 1,04 persen ke 735 dan JII turun 0,88 persen ke 515, sedangkan IDX30 dan MNC36 mencatat kenaikan 0,19 persen dan 0,46 persen.
- Saham COAL melonjak 33,96 persen ke Rp71, KOTA naik 29,52 persen ke Rp136, dan BDMN menguat 25 persen ke Rp3.850 di tengah pelemahan indeks acuan.
Kinerja indeks dan aktivitas perdagangan
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, pelemahan IHSG terjadi di tengah pergerakan pasar yang tetap ramai pada penutupan perdagangan Rabu (22/4/2026). Pada akhir sesi, tercatat 459 saham menguat, 251 saham melemah, dan 249 saham stagnan.Di kelompok indeks unggulan, LQ45 turun 1,04 persen ke 735 dan JII turun 0,88 persen ke 515. Sementara itu, IDX30 menguat 0,19 persen ke 401 dan MNC36 naik 0,46 persen ke 316.
Sektor penggerak dan saham teratas
Mayoritas indeks sektoral berada di zona hijau, dipimpin oleh sektor konsumer siklikal, konsumer non siklikal, keuangan, transportasi, industri, teknologi, dan kesehatan. Di sisi lain, sektor energi, properti, dan bahan baku mencatat pelemahan.Untuk saham dengan kenaikan tertinggi, PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) melonjak 33,96 persen ke Rp71, PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) naik 29,52 persen ke Rp136, dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) menguat 25 persen ke Rp3.850. Pergerakan ini menunjukkan minat beli tetap tersebar di sejumlah emiten meski indeks acuan ditutup melemah.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pergerakan saham bank-bank besar jelang pengumuman BI Rate, kami mencatat pergerakan yang bervariasi pada BBNI, BMRI, BBCA, dan BBRI saat pelaku pasar menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Ulasan tersebut juga menyoroti ekspektasi BI menahan suku bunga di 4,75% serta dampak tekanan global—termasuk arus keluar modal dan pelemahan rupiah—yang ikut membentuk sentimen di pasar domestik.
Berita Forex pairs Terbaru
- Forex
- Crypto