Manulife Indonesia perluas penetrasi asuransi di segmen kelas menengah

Manulife Indonesia perluas penetrasi asuransi di segmen kelas menengah
Manulife bidik kelas menengah

Di tengah tekanan ekonomi, segmen kelas menengah tetap menjadi pasar strategis bagi PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia karena permintaan atas perlindungan kesehatan dan keuangan dinilai semakin selektif. Perusahaan melihat kesadaran terhadap kesejahteraan finansial jangka panjang meningkat, seiring perhatian nasabah pada keseimbangan kesehatan fisik, mental, dan kondisi keuangan.

Sorotan

  • Manulife Indonesia memperluas penetrasi di segmen kelas menengah dengan memperkuat distribusi melalui lebih dari 18.000 tenaga pemasar profesional, bancassurance, dan kanal digital.
  • Optimalisasi layanan digital dilakukan lewat platform MiEClaim dan Manulife ID serta kolaborasi dengan perbankan dan e-commerce untuk kemudahan transaksi dan pembayaran premi.
  • Perusahaan menargetkan pertumbuhan bisnis berkelanjutan melalui edukasi literasi keuangan dan produk proteksi yang fleksibel menyasar 38,6% masyarakat yang memperhatikan keseimbangan health span dan wealth span.

Strategi distribusi dan penguatan layanan digital

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Presiden Direktur Manulife Indonesia Lauren Sulistiawati mengatakan tren tersebut sejalan dengan temuan Manulife Asia Care Survey 2025, yang menunjukkan 38,6% responden mulai memperhatikan keseimbangan antara kesehatan fisik, mental, dan finansial. Menurut dia, kondisi itu menegaskan pentingnya keseimbangan antara health span dan wealth span serta mendorong kebutuhan akan perencanaan keuangan yang lebih matang.

Manulife Indonesia menilai nasabah kelas menengah kini lebih cermat dalam memilih perlindungan kesehatan dan keuangan, sehingga cenderung mencari produk yang fleksibel, terjangkau, dan mampu memberi perlindungan untuk jangka pendek hingga jangka panjang. Untuk menjawab kebutuhan itu, perusahaan berupaya menyediakan solusi yang relevan dan mudah diakses, sambil memperluas distribusi melalui agen, kemitraan bancassurance, dan penguatan kanal digital.

Optimalisasi layanan digital dijalankan melalui platform MiEClaim untuk pengajuan klaim secara online dan Manulife ID yang memungkinkan nasabah mengakses polis serta melakukan transaksi secara mandiri. Kolaborasi dengan perbankan dan e-commerce juga dilakukan untuk mempermudah pembayaran premi.

Dampak pada penetrasi pasar dan pertumbuhan bisnis

Selain penguatan produk dan layanan, Manulife Indonesia menempatkan literasi keuangan sebagai kunci untuk menggarap segmen kelas menengah. Perusahaan secara aktif menjalankan program edukasi agar nasabah lebih memahami kebutuhan proteksi dan dapat mengambil keputusan finansial yang tepat.

Dari sisi distribusi, Manulife Indonesia saat ini didukung lebih dari 18.000 tenaga pemasar profesional. Peran agen diperkuat melalui program pelatihan ManuAcademy untuk meningkatkan kompetensi dan pendekatan yang berbasis pada kebutuhan nasabah.

Dengan strategi tersebut, Manulife Indonesia menargetkan penetrasi di segmen kelas menengah terus meluas sekaligus menopang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi di Indonesia.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang akselerasi pembayaran digital di Indonesia pada kuartal I-2026, kami mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,82 miliar dan ditopang perluasan akseptasi serta bertambahnya pengguna dan merchant. QRIS menjadi kanal dengan pertumbuhan tertinggi, disusul kenaikan transaksi mobile banking, internet banking, dan BI-FAST, yang menunjukkan infrastruktur dan perilaku transaksi digital kian menguat.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.