Manulife Aset Manajemen Indonesia nilai prospek pasar Indonesia tetap menarik bagi investor global

Manulife Aset Manajemen Indonesia nilai prospek pasar Indonesia tetap menarik bagi investor global
Prospek pasar Indonesia menarik

Di tengah ketidakpastian pasar global dan perubahan arah investasi dari U.S., PT Manulife Aset Manajemen Indonesia melihat Indonesia tetap memiliki daya tarik jangka panjang bagi investor internasional. Penilaian itu ditopang oleh potensi pertumbuhan ekonomi, peluang imbal hasil di pasar negara berkembang, dan pentingnya stabilitas pasar modal untuk mendorong arus dana masuk.

Sorotan

  • Investor global mulai mengalihkan minat ke pasar negara berkembang di Asia, terutama instrumen fixed income, akibat ketidakpastian pasar U.S. pasca kebijakan tarif.
  • Kontribusi Asia terhadap total aset kelolaan global Manulife sebesar US$ 1,3 triliun masih kecil namun dinilai punya prospek pertumbuhan signifikan, khususnya di segmen ritel.
  • Stabilitas pasar modal dan kejelasan pertumbuhan ekonomi menjadi syarat utama peningkatan investasi global di Indonesia, dengan Manulife mempertegas komitmen jangka panjangnya.

Pergeseran minat investor ke pasar berkembang

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, President and CEO Global Wealth and Asset Management Manulife, Paul Lorentz, mengatakan investor global kini mulai mencari alternatif investasi di luar U.S. setelah kebijakan tarif memicu ketidakpastian pasar. Menurut dia, kondisi tersebut mendorong sebagian investor melirik pasar negara berkembang, termasuk Asia, terutama pada instrumen fixed income yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.

Dalam media briefing di Jakarta, Selasa (22/4/2026), Paul mengatakan investor saat ini banyak mencari yield, namun kenyamanan untuk masuk ke suatu pasar tetap ditentukan oleh stabilitas pasar modal. Ia menilai kombinasi antara potensi imbal hasil dan kestabilan pasar menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan penempatan dana.

Ia juga menambahkan Asia memiliki potensi pertumbuhan signifikan bagi bisnis wealth and asset management Manulife. Meski kontribusi Asia terhadap total aset kelolaan global Manulife yang sekitar US$ 1,3 triliun masih relatif kecil, kawasan ini dinilai memiliki peran penting, khususnya di segmen ritel.

Dampak bagi Indonesia dan kawasan Asia

Menurut Paul, salah satu kekuatan Manulife di Asia adalah kemampuannya menjembatani investor global yang ingin masuk ke pasar Asia melalui institusi dengan jaringan internasional dan pemahaman lokal yang kuat. Ia menilai investor dari Eropa, misalnya, cenderung lebih nyaman berinvestasi melalui perusahaan global yang memiliki kehadiran lokal dan tim yang memahami risiko pasar, termasuk risiko kredit pada produk fixed income Asia.

Namun, ia mengakui investor masih berhati-hati dalam menempatkan dana di kawasan Asia. Karena itu, kejelasan arah pertumbuhan ekonomi dan stabilitas pasar modal tetap menjadi syarat penting untuk meningkatkan minat investasi ke kawasan, termasuk Indonesia.

Paul mencontohkan Jepang yang sempat kurang diminati investor global dalam beberapa tahun terakhir, namun kembali menerima aliran investasi ketika fundamental ekonomi dan prospek pertumbuhannya membaik. Dalam konteks itu, ia menegaskan prospek jangka panjang Indonesia sangat kuat dan menjadi alasan komitmen jangka panjang Manulife di pasar domestik.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang daya tarik investasi Indonesia pada 2026, kami mengulas pernyataan pemerintah bahwa sekitar 60% investasi di Indonesia menghasilkan laba sehingga memperkuat keyakinan target investasi lebih dari Rp2.000 triliun dapat tercapai. Kami juga menyoroti stabilitas ekonomi dan ketahanan terhadap gejolak sebagai faktor utama yang membuat Indonesia tetap menarik bagi investor, termasuk di tengah persaingan kawasan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.