Manulife Indonesia catat pendapatan jasa asuransi Rp3,97 triliun, perkuat distribusi pada 2025
Di tengah tekanan daya beli dan ketidakpastian ekonomi, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia membukukan pendapatan jasa asuransi Rp3,97 triliun sepanjang 2025. Perusahaan juga mencatat pendapatan investasi, termasuk dari Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI), sebesar Rp5,09 triliun dengan penyajian yang mengacu pada standar akuntansi baru PSAK 117.
Sorotan
- Manulife Indonesia mencatat pendapatan jasa asuransi Rp3,97 triliun pada 2025, didukung pertumbuhan bisnis, pengelolaan investasi, dan tingkat solvabilitas kuat.
- Sepanjang 2025, perseroan memperkuat distribusi melalui keagenan dengan dua produk baru dan fitur AI Assistant di portal Manulife Agency Indonesia.
- Pada kanal bancassurance, Manulife memperluas kolaborasi perbankan dengan peluncuran produk baru bersama Bank DBS Indonesia dan Bank Danamon Indonesia.
Kinerja 2025 dan pendorong pertumbuhan
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, capaian ini disebut Manulife Indonesia ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, disiplin pengelolaan investasi dan biaya, serta tingkat solvabilitas yang kuat.Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia, Lauren Sulistiawati, mengatakan kebutuhan akan perlindungan dan perencanaan jangka panjang tetap terjaga di berbagai segmen meski masyarakat lebih selektif dalam mengambil keputusan keuangan, termasuk pembelian produk asuransi. Ia juga menilai portofolio produk yang terdiversifikasi, mulai dari produk tradisional, PAYDI, asuransi kesehatan, pensiun, hingga syariah, menjadi salah satu kekuatan perusahaan untuk terus bertumbuh di tengah dinamika pasar.
Strategi distribusi dan arah ekspansi
Dari sisi distribusi, kinerja perusahaan didukung dua kanal utama, yakni keagenan dan bancassurance. Sepanjang 2025, Manulife memperkuat jalur keagenan lewat peluncuran dua produk baru, Manulife Dynamic Wealth Assurance dan Manulife Dynamic Smart Assurance, serta menambahkan fitur AI Assistant melalui portal agen MAIN, Manulife Agency Indonesia, untuk meningkatkan produktivitas agen dan mempercepat layanan kepada nasabah.Pada jalur bancassurance, perusahaan memperluas kolaborasi dengan mitra perbankan melalui peluncuran produk Manulife Protection Optimum Elite, PRIME, bersama Bank DBS Indonesia, serta Proteksi Prima Kritis Andalan bersama Bank Danamon Indonesia. Ke depan, Manulife Indonesia menyatakan 2025 menjadi fase akselerasi dengan tetap menjaga disiplin manajemen risiko, sambil memperkuat kapabilitas tenaga pemasar, memperdalam kolaborasi perbankan, serta memanfaatkan teknologi dan data untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang pertumbuhan bisnis wealth management Bank DBS Indonesia, kami menyoroti kenaikan asset under management (AUM) segmen prioritas hingga Juni 2026 di tengah ketidakpastian suku bunga dan gejolak pasar. Artikel tersebut juga membahas strategi layanan relationship manager untuk menjaga loyalitas nasabah serta pergeseran minat investasi ke obligasi tenor panjang, reksadana saham offshore, dan structured product yang ikut mendorong pendapatan dan laba unit wealth management.
Berita Manulife Financial Terbaru
- Forex
- Crypto