IHSG melemah ke 7.106 saat saham energi dan keuangan tertekan
Perdagangan saham Indonesia ditutup melemah pada akhir sesi Senin, dengan Indeks Harga Saham Gabungan turun 22,97 poin atau 0,32 persen ke level 7.106,52. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan pada sektor energi, keuangan, dan industri, meski mayoritas sektor lain masih mencatat penguatan.
Sorotan
- IHSG ditutup melemah di level 7.106 dengan nilai transaksi Rp16,4 triliun dari 30,3 miliar saham pada 27 April 2026.
- Sektor energi, keuangan, dan industri menjadi penekan utama indeks, sementara konsumer siklikal, non-siklikal, teknologi, kesehatan, dan transportasi menguat.
- PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) naik 34,64 persen ke Rp206, sedangkan PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) turun 14,91 persen ke Rp194.
Kinerja indeks dan aktivitas perdagangan 27 April 2026
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, nilai transaksi perdagangan pada penutupan Senin (27/4/2026) mencapai Rp16,4 triliun dari 30,3 miliar saham yang diperdagangkan. Pada sesi ini, 423 saham menguat, 286 saham melemah, dan 250 saham stagnan, menunjukkan pergerakan pasar yang tetap aktif meski indeks utama berakhir di zona merah.Indeks saham unggulan juga ditutup melemah. Indeks LQ45 turun 0,35 persen ke 688, indeks JII melemah 1,06 persen ke 477, indeks IDX30 turun 0,67 persen ke 379, dan indeks MNC36 terkoreksi 0,88 persen ke 298.
Pergerakan sektoral dan saham pendorong pasar
Sektor yang berada di zona merah meliputi energi, keuangan, dan industri, sementara sektor konsumer siklikal, konsumer non-siklikal, teknologi, kesehatan, properti, bahan baku, dan transportasi menguat. Komposisi ini menunjukkan tekanan terfokus pada sektor-sektor berbobot besar, yang ikut menahan laju indeks secara keseluruhan.Di kelompok top gainers, PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) naik 34,64 persen ke Rp206, PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) melonjak 34,09 persen ke Rp118, dan PT Insight Investments Management Tbk (XILV) menguat 27,78 persen ke Rp138. Sementara itu, top losers dipimpin PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) yang turun 14,91 persen ke Rp194, PT Multitrend Indo Tbk (BABY) melemah 14,55 persen ke Rp282, dan PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) turun 14,47 persen ke Rp1.005.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang peninjauan status pasar modal Indonesia oleh MSCI, kami membahas perpanjangan proses evaluasi hingga Juni 2026 yang akan menentukan apakah BEI tetap berstatus emerging market atau berisiko turun menjadi frontier market. Kami juga mengulas agenda reformasi yang didorong regulator, termasuk peningkatan minimum free float, transparansi klasifikasi investor, serta keterbukaan kepemilikan saham (HSC), karena faktor-faktor ini berpengaruh pada aksesibilitas pasar dan arus dana investor global.
Berita Terbaru
- Forex
- Crypto