Pefindo naikkan peringkat WIKA dan surat utang menjadi id B
Peningkatan profil kredit WIKA terjadi setelah perseroan memperoleh persetujuan kuorum dari seluruh pemegang obligasi dan sukuk untuk menyesuaikan sejumlah ketentuan perjanjian. Langkah ini mencakup perubahan jadwal pembayaran pokok dan kupon, serta pengesampingan atas belum terpenuhinya rasio keuangan dalam perjanjian perwaliamanatan.
Sorotan
- Pefindo menaikkan peringkat kredit PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan seluruh surat utangnya menjadi id B pada 29 April 2026.
- Kenaikan rating dipicu keberhasilan WIKA memperoleh kuorum persetujuan pemegang obligasi dan sukuk terkait penyesuaian pembayaran pokok, kupon, dan rasio keuangan.
- WIKA akan melanjutkan penguatan likuiditas dan efisiensi portofolio sebagai bagian komitmen perbaikan keuangan dan menjaga kepercayaan pasar utang Indonesia.
Persetujuan restrukturisasi dorong kenaikan rating
Seperti diberitakan Kompas.com, PT Pemeringkat Efek Indonesia, Pefindo, menaikkan peringkat kredit PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menjadi id B dari sebelumnya id SD pada Rabu, 29 April 2026. Pada saat yang sama, Pefindo juga menaikkan peringkat seluruh instrumen surat utang perseroan, meliputi Obligasi Berkelanjutan I, II, dan III menjadi id B, serta Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I, II, dan III menjadi id B(sy).Kenaikan peringkat tersebut terkait dengan keberhasilan WIKA memperoleh kuorum persetujuan dari seluruh pemegang obligasi dan sukuk atas penyesuaian ketentuan dalam perjanjian. Penyesuaian itu mencakup perubahan jadwal pembayaran pokok dan kupon, serta pengesampingan atas belum terpenuhinya rasio keuangan sesuai ketentuan dalam perjanjian perwaliamanatan.
Dampak bagi pemulihan keuangan perseroan
Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menyatakan kenaikan peringkat ini menjadi momentum penting sekaligus validasi atas efektivitas langkah penyehatan yang telah dilakukan perseroan. Dalam rilis pers yang diterima Kompas.com pada Kamis, 30 April 2026, ia menilai peningkatan tersebut menegaskan arah perbaikan kinerja perseroan sebagai hasil komitmen WIKA dalam menjalankan transformasi dan penguatan fundamental keuangan secara konsisten.Ke depan, WIKA menyatakan akan terus melanjutkan penguatan likuiditas serta menjaga disiplin dalam eksekusi proyek. Upaya itu dilakukan melalui pengelolaan portofolio yang lebih selektif dan efisiensi operasional, di tengah fokus emiten konstruksi ini untuk memperbaiki kondisi keuangan dan menjaga kepercayaan pasar utang Indonesia.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kinerja perbankan pada kuartal I-2026, kami menyoroti kesenjangan yang makin lebar antara bank-bank BUMN (Himbara) dan bank swasta dalam ekspansi kredit dan laba. Kami juga mencatat kenaikan beban impairment di sejumlah bank serta prospek profitabilitas 2026 yang lebih terbatas, sehingga industri cenderung mengutamakan pertumbuhan yang lebih prudent dan penguatan neraca.
Berita XAG/USD Terbaru
- Forex
- Crypto