BRI catat transaksi BRImo Rp 2.042 triliun, dorong pertumbuhan dana murah pada kuartal I 2026

BRI catat transaksi BRImo Rp 2.042 triliun, dorong pertumbuhan dana murah pada kuartal I 2026
BRImo dorong dana murah

Akselerasi layanan digital menopang penghimpunan dana PT Bank Rakyat Indonesia Tbk pada kuartal I 2026, seiring penggunaan BRImo yang terus meluas di basis nasabahnya. Hingga akhir Maret 2026, dana pihak ketiga BRI mencapai Rp 1.555 triliun, didorong pertumbuhan dana murah atau CASA yang naik 13,2% secara tahunan menjadi Rp 1.058,6 triliun.

Sorotan

  • BRI mencatat nilai transaksi BRImo Rp 2.042 triliun pada kuartal I 2026, naik 29,4% yoy dengan pengguna menembus 47,8 juta.
  • Volume transaksi aplikasi Qlola melonjak 53,5% yoy menjadi Rp 4.462 triliun dan pengguna tumbuh 33,1% menjadi 320,4 ribu.
  • Biaya dana (cost of fund) BRI turun ke 2,3% pada kuartal I 2026 dari 3%, didorong kenaikan transaksi digital dan efisiensi pendanaan.

Kinerja kanal digital dan pendanaan

Seperti dilaporkan KONTAN, BRI mencatat nilai transaksi BRImo mencapai Rp 2.042 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 29,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah pengguna aplikasi tersebut juga menembus 47,8 juta, memperkuat peran kanal digital dalam strategi penghimpunan dana bank.

Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengatakan peningkatan aktivitas digital berdampak langsung pada penguatan dana murah perseroan. Dalam paparan kinerja pada Kamis, 30 April 2026, ia menyebut pertumbuhan dana murah BRI didorong transformasi digital, dengan seluruh kanal mencatat akselerasi dobel digit.

Selain BRImo, aplikasi Qlola juga mencatat pertumbuhan pengguna 33,1% secara tahunan menjadi 320,4 ribu. Volume transaksi Qlola melonjak 53,5% menjadi Rp 4.462 triliun, yang menurut manajemen semakin memperkuat posisi BRI di segmen menengah hingga korporasi.

Efisiensi biaya dan dampak bisnis

Di sisi ekosistem, jumlah merchant BRI kini mencapai 323,7 ribu. Aktivitas transaksi berbasis QRIS juga naik tajam, dengan volume meningkat 76% secara tahunan menjadi Rp 30,5 triliun dan jumlah transaksi mencapai 253 miliar.

Penguatan transaksi digital itu turut mendorong efisiensi pendanaan perseroan. Cost of fund BRI turun menjadi 2,3% pada kuartal I 2026 dari sebelumnya 3%, sementara bank menyatakan akan terus memperkuat strategi digital untuk menjaga momentum pertumbuhan dan meningkatkan efisiensi bisnis.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang penyaluran kredit dan pembiayaan BRI pada kuartal I-2026, kami mencatat total kredit mencapai Rp 1.562 triliun, naik 13,68% yoy, dengan dominasi kredit UMKM sebesar Rp 1.211 triliun. Kami juga menyoroti sebaran portofolio di jutaan debitur mikro yang memperkuat diversifikasi risiko, serta kualitas aset yang tetap terjaga dengan NPL tercatat 3,01% di tengah pemantauan risiko akibat dinamika ekonomi global.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.