BEI catat saham top losers sepekan, HOPE memimpin penurunan hingga MAIN

BEI catat saham top losers sepekan, HOPE memimpin penurunan hingga MAIN
HOPE pimpin penurunan BEI

Tekanan jual meluas di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan 27-30 April 2026 seiring IHSG turun 2,42 persen ke level 6.956. Dalam daftar saham dengan pelemahan terdalam pekan itu, PT Harapan Duta Pertiwi Tbk menjadi penurun terbesar, sementara PT Malindo Feedmill Tbk mencatat koreksi yang lebih terbatas di kelompok 10 besar.

Sorotan

  • PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) memimpin penurunan mingguan dengan saham turun 27,63 persen dari Rp228 menjadi Rp165 per saham.
  • Saham PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) mengalami pelemahan paling terbatas di 10 besar top losers, turun 13,64 persen ke Rp855 dari Rp990.
  • Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan sebesar 2,42 persen menyeret emiten lintas sektor, mencerminkan sentimen pasar yang melemah sepanjang 27-30 April 2026.

Pergerakan saham dan daftar penurunan mingguan

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Bursa Efek Indonesia mencatat 10 saham dengan penurunan terbesar dalam perdagangan sepekan 27-30 April 2026. Daftar top losers itu mencerminkan tekanan pada emiten dari berbagai sektor di tengah pelemahan pasar yang menyeret indeks acuan.

Posisi pertama ditempati saham PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) yang merosot 27,63 persen. Harga sahamnya turun dari Rp228 menjadi Rp165 per saham selama periode tersebut.

Di sisi lain, saham PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) menjadi emiten dengan pelemahan paling terbatas dalam kelompok 10 besar top losers. Saham MAIN turun 13,64 persen ke Rp855, dari posisi pekan sebelumnya di Rp990.

Dampak pelemahan pasar terhadap emiten

Koreksi pada kelompok saham top losers terjadi sejalan dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan sebesar 2,42 persen. Kondisi ini menunjukkan sentimen pasar yang melemah tidak hanya menekan saham tertentu, tetapi juga memukul emiten lintas sektor dalam perdagangan pekanan.

Bagi pelaku pasar, daftar top losers BEI menjadi indikator awal untuk memantau volatilitas dan besarnya tekanan jual pada saham-saham tertentu. Pergerakan ini juga dapat menjadi acuan untuk menilai sektor mana yang paling rentan ketika indeks pasar bergerak turun tajam.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang kinerja bank-bank besar pada kuartal I-2026, kami membahas perbandingan capaian BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BCA dari sisi laba, pertumbuhan kredit, penghimpunan dana pihak ketiga, hingga total aset. Kami juga menyoroti perbedaan strategi ekspansi dan implikasinya terhadap risiko serta kualitas aset, termasuk posisi BRI yang kuat di segmen UMKM.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.