Bank besar nasional catat pertumbuhan laba dan kredit pada kuartal I-2026

Bank besar nasional catat pertumbuhan laba dan kredit pada kuartal I-2026
Laba & kredit bank naik

Empat bank besar nasional membukukan pertumbuhan laba, kredit, dan dana pihak ketiga pada kuartal I-2026, tetapi pola ekspansi masing-masing kini makin berbeda. Bank Rakyat Indonesia mencatat laba terbesar, sementara BNI memimpin laju pertumbuhan kredit dan Bank Mandiri unggul dalam penghimpunan dana serta total aset.

Sorotan

  • Pada kuartal I-2026, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membukukan laba bersih Rp15,5 triliun, naik 13,7% yoy, tertinggi di antara bank nasional besar.
  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat pertumbuhan kredit paling agresif, naik 20,1% yoy menjadi Rp919,3 triliun meskipun kualitas perlu dicermati ke depan.
  • Bank Mandiri unggul di dana pihak ketiga Rp1.675 triliun tumbuh 21,1% yoy dan total aset Rp2.433 triliun naik 16,5% yoy, menegaskan posisi dominan.

Peta kinerja kuartal I-2026

KONTAN Indonesia melaporkan, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencetak laba bersih terbesar pada kuartal I-2026 sebesar Rp15,5 triliun, naik 13,7% secara tahunan. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berada tepat di bawahnya dengan laba Rp15,4 triliun atau tumbuh 16,6% yoy, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp14,7 triliun, naik 3,8% yoy, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp5,6 triliun, tumbuh 5,2% yoy.

Pada sisi intermediasi, BNI menjadi bank dengan pertumbuhan kredit paling agresif setelah penyaluran kreditnya naik 20,1% yoy menjadi Rp919,3 triliun. Angka itu melampaui laju pertumbuhan Bank Mandiri yang mencatat kredit Rp1.530 triliun, naik 17,4% yoy, BRI Rp1.562 triliun, tumbuh 13,68% yoy, serta BCA Rp994 triliun, naik 5,6% yoy.

Di sisi pendanaan, Bank Mandiri memimpin dana pihak ketiga dengan nilai Rp1.675 triliun, tumbuh 21,1% yoy. BRI menghimpun Rp1.555 triliun, naik 9,4% yoy, BCA mencatat Rp1.292 triliun, tumbuh 8,3% yoy, sedangkan BNI membukukan Rp1.100 triliun dengan lonjakan tertinggi sebesar 34,21% yoy.

Dominasi Bank Mandiri juga terlihat pada total aset yang mencapai Rp2.433 triliun atau tumbuh 16,5% yoy. BRI menyusul dengan aset Rp2.250 triliun, naik 7,2% yoy, diikuti BCA Rp1.641 triliun, tumbuh 7,0% yoy, dan BNI Rp1.426 triliun yang melonjak 24,4% yoy.

Arah strategi dan implikasi industri

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai perbedaan model bisnis antarbank semakin menonjol pada awal tahun ini. Menurut dia, Bank Mandiri terlihat paling seimbang karena mampu menjaga pertumbuhan kredit dan laba tetap tinggi dengan risiko yang masih terjaga, ditopang permodalan yang kuat dan profil risiko yang relatif rendah.

Yusuf juga menilai BNI menjadi bank yang paling ekspansif dalam menyalurkan kredit, meski kualitasnya perlu dicermati dalam beberapa kuartal ke depan seiring menurunnya rasio pencadangan. Di sisi lain, BCA dinilai tetap konsisten menjalankan strategi konservatif dengan fokus pada kualitas aset dan margin, sehingga pertumbuhan kreditnya cenderung lebih moderat.

BRI semakin menegaskan posisinya pada segmen ritel dan UMKM, dengan sekitar 77% portofolio kredit disalurkan ke sektor tersebut. Strategi ini dinilai memberi ketahanan yang lebih baik terhadap gejolak global, meski tetap sensitif terhadap pelemahan daya beli masyarakat.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang kinerja BRI pada kuartal I-2026, kami mencatat penguatan profitabilitas yang ditopang pertumbuhan kredit serta pendanaan, sekaligus perbaikan kualitas aset. Artikel itu juga menyoroti turunnya Loan at Risk dan NPL, penurunan biaya dana, serta posisi BRI yang tetap kuat di segmen UMKM sebagai motor intermediasi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.