Bank Raya andalkan CASA untuk tekan biaya dana di tengah BI Rate 5,5%

Bank Raya andalkan CASA untuk tekan biaya dana di tengah BI Rate 5,5%
Bank Raya andalkan CASA

Kenaikan BI Rate ke 5,50% mendorong perbankan menghadapi risiko naiknya biaya dana, sementara Bank Raya menyiapkan penguatan dana murah sebagai bantalan utama. Hingga kuartal I-2026, bank digital milik BRI Group itu mencatat rasio CASA 28% dengan pertumbuhan tabungan digital yang menunjukkan perluasan basis simpanan nasabah.

Sorotan

  • Rasio CASA Bank Raya mencapai 28% kuartal I-2026, dengan digital saving naik 64,3% menjadi Rp2,3 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
  • Bank Raya meluncurkan sekitar 111 inovasi fitur digital dalam satu tahun untuk mendorong pertumbuhan simpanan nasabah dan efisiensi pendanaan.
  • Bank Indonesia menaikkan BI Rate 25 basis poin ke 5,50% pada 9 Juni 2026, meningkatkan tantangan biaya dana dan memperkuat pentingnya porsi CASA bank.

Strategi pendanaan digital menghadapi suku bunga lebih tinggi

KONTAN Indonesia melaporkan, PT Bank Raya Indonesia Tbk menargetkan pertumbuhan dana murah atau current account saving account sebagai strategi utama untuk menjaga efisiensi struktur pendanaan setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuannya. Direktur Bisnis Bank Raya Kicky Andrie Davetra mengatakan perseroan terus mengantisipasi perubahan suku bunga melalui pengembangan produk dan layanan digital, dengan melihat tren struktur CASA hingga kuartal I-2026 yang dinilai cukup baik.

Hingga kuartal I-2026, rasio CASA Bank Raya tercatat 28%. Pada periode yang sama, digital saving mencapai Rp2,3 triliun, naik 64,3% dari Rp1,4 triliun pada kuartal I-2025, sedangkan total dana pihak ketiga berada di level Rp8,4 triliun, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Kicky, penghimpunan dana ke depan lebih difokuskan pada pertumbuhan dana murah ketimbang mengandalkan dana berbiaya tinggi. Melalui produk digital saving, Bank Raya berharap pertumbuhan simpanan nasabah didorong oleh akuisisi dan aktivitas transaksi nasabah, bukan hanya dari penempatan dana mahal.

Pengembangan fitur digital juga menjadi bagian penting dari strategi itu. Dalam satu tahun terakhir, Bank Raya meluncurkan sekitar 111 inovasi fitur pada aplikasi Raya dan masih menyiapkan pengembangan baru sepanjang tahun ini untuk meningkatkan saldo simpanan nasabah.

Dampak kebijakan BI bagi industri perbankan

Bank Indonesia pada Selasa, 9 Juni 2026, menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% dalam Rapat Dewan Gubernur mingguan. BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,50% dan Lending Facility menjadi 6,25%.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan kebijakan itu ditempuh untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah yang mengalami tekanan lebih besar dari perkiraan. Kenaikan suku bunga acuan ini menambah tantangan bagi bank dalam menjaga biaya dana, sehingga kemampuan memperbesar porsi CASA menjadi faktor penting untuk mempertahankan efisiensi pendanaan dan daya saing penyaluran kredit.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang strategi Bank Raya memperluas basis nasabah lewat pengembangan fitur digital dan program loyalitas di aplikasi Raya, kami mengulas langkah bank ini mendorong akuisisi serta meningkatkan keterlibatan pengguna. Saat itu, Bank Raya menyoroti peluncuran 111 inovasi fitur dalam setahun, pertumbuhan pengguna hingga 1,2 juta pada kuartal I-2026, serta penguatan digital saving sebagai penopang ekspansi bisnis digital.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.