Di tengah upaya memperkuat permodalan dan mempertahankan pertumbuhan yang sehat, PT Bank Mestika Dharma Tbk menargetkan masuk kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 2 sebelum 2028. Target itu ditopang oleh pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga sepanjang 2025, meski laba bersih tertekan karena penguatan pencadangan.
Sorotan
- Bank Mestika menargetkan naik ke KBMI 2 sebelum 2028 dengan kebutuhan tambahan modal inti sekitar Rp 680 miliar dari posisi Rp 5,38 triliun akhir 2025.
- Penyaluran kredit tumbuh 3,65% menjadi Rp 11,22 triliun dan dana pihak ketiga naik 6,85% menjadi Rp 10,99 triliun, ekuitas meningkat 7,12% pada 2025.
- Laba bersih 2025 turun 21% menjadi Rp 320 miliar akibat peningkatan pencadangan, namun likuiditas dan permodalan tetap kuat untuk ekspansi lanjutan.
Strategi modal dan kinerja menuju KBMI 2
Seperti diberitakan KONTAN Indonesia, Presiden Direktur Bank Mestika Achmad S. Kartasasmita menyatakan perseroan tetap menjaga kinerja solid sepanjang 2025 dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang disiplin. Perseroan mematok target naik kelas ke KBMI 2 dalam setidaknya dua tahun ke depan, seiring penguatan permodalan, pengembangan layanan digital, dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.Hingga akhir 2025, modal inti Bank Mestika mencapai Rp 5,38 triliun. Dengan posisi itu, perseroan masih membutuhkan sekitar Rp 680 miliar untuk memenuhi batas minimum modal inti KBMI 2.
Dari sisi operasional, penyaluran kredit tumbuh 3,65% secara tahunan menjadi Rp 11,22 triliun, sementara dana pihak ketiga naik 6,85% menjadi Rp 10,99 triliun. Ekuitas juga meningkat 7,12% pada 2025, yang menurut manajemen mencerminkan fokus pada kualitas aset dan pertumbuhan yang selektif.
Dampak laba dan penguatan layanan digital
Laba bersih Bank Mestika tercatat Rp 320 miliar pada 2025, turun 21% dibandingkan tahun sebelumnya. Manajemen menjelaskan penurunan itu sejalan dengan langkah memperkuat pencadangan untuk menjaga kualitas aset di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung.Meski laba melemah, Bank Mestika menegaskan kondisi likuiditas dan permodalan tetap kuat, dengan rasio keuangan dijaga jauh di atas ketentuan minimum regulator. Kondisi tersebut menjadi landasan bagi perseroan untuk tetap mengejar kenaikan klasifikasi bank dalam beberapa tahun mendatang.
Untuk memperkuat penghimpunan dana masyarakat, perseroan terus mengembangkan layanan digital melalui aplikasi MIND yang diluncurkan pada 2025. Saat ini Bank Mestika masih mengevaluasi efektivitas aplikasi itu dalam menarik nasabah baru, terutama dari kalangan usia muda, sebagai bagian dari upaya memperluas basis bisnis dan mendukung kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Kesiapan Bank Raya untuk naik kelas ke KBMI 2 menjadi sorotan dalam artikel kami sebelumnya, seiring OJK mengkaji wacana penghapusan KBMI 1 dan mendorong penguatan fundamental perbankan. Kami juga menekankan bahwa langkah konsolidasi dan penguatan modal masih menunggu kepastian aturan, meski likuiditas dan permodalan Bank Raya dinilai solid untuk menopang rencana tersebut.
Berita Banks Terbaru
- Forex
- Crypto