Great Eastern siapkan strategi dorong pertumbuhan asuransi perjalanan di Indonesia

Great Eastern siapkan strategi dorong pertumbuhan asuransi perjalanan di Indonesia
Strategi baru asuransi perjalanan

Di tengah peningkatan aktivitas wisata pada 2026, PT Great Eastern General Insurance Indonesia memfokuskan pengembangan lini asuransi perjalanan pada segmen group travel dan strategi upselling produk. Langkah ini menyusul kenaikan premi asuransi perjalanan 40% secara tahunan pada kuartal I-2026, yang ditopang permintaan perjalanan kelompok dan momentum libur panjang Lebaran.

Sorotan

  • PT Great Eastern General Insurance Indonesia menargetkan pertumbuhan kinerja asuransi perjalanan hingga 2026 melalui fokus pada segmen group travel dan penjualan add-on perlindungan.
  • Pertumbuhan premi kuartal I-2026 didorong kenaikan aktivitas perjalanan dan momentum Lebaran, dengan permintaan tinggi pada lini group travel.
  • GEGI mewaspadai tekanan biaya penerbangan akibat kondisi geopolitik global yang dapat menahan volume perjalanan dan mempengaruhi kinerja asuransi perjalanan hingga akhir tahun.

Fokus segmen group travel dan penjualan add-on

Seperti dilaporkan Kontan.co.id, PT Great Eastern General Insurance Indonesia, atau GEGI, menargetkan penguatan kinerja asuransi perjalanan sepanjang 2026 dengan memprioritaskan segmen group travel yang dinilai masih mencatat permintaan tinggi.

Marketing Director GEGI Linggawati Tok mengatakan perusahaan juga mengoptimalkan strategi upselling melalui penawaran berbagai add-ons perlindungan dalam produk asuransi perjalanan. Tambahan perlindungan itu mencakup perlindungan visa, kehilangan acara, perlindungan golf, perlindungan Covid-19, hingga perlindungan musim dingin.

Menurut Linggawati, pertumbuhan premi pada kuartal I-2026 didorong oleh meningkatnya aktivitas perjalanan, terutama di segmen group travel. Momentum libur panjang Lebaran 2026 juga ikut menopang permintaan pada lini bisnis tersebut.

Prospek pasar dan risiko hingga akhir tahun

Perusahaan tetap optimistis prospek asuransi perjalanan akan terus bertumbuh seiring tren travelling yang semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Pandangan ini mendukung strategi GEGI untuk memperluas penjualan perlindungan tambahan pada nasabah perjalanan.

Meski begitu, GEGI mewaspadai tantangan dari kondisi geopolitik global yang memengaruhi harga avtur. Perusahaan menilai tekanan terhadap biaya penerbangan berpotensi menahan volume perjalanan, dan dampaknya diperkirakan masih berlanjut hingga akhir tahun.

Risiko tersebut menjadi faktor yang terus dipantau karena dapat memengaruhi kinerja lini asuransi perjalanan pada 2026. Bagi industri asuransi umum di Indonesia, perkembangan ini menunjukkan pertumbuhan bisnis perjalanan masih terbuka, tetapi tetap sensitif terhadap perubahan biaya transportasi dan dinamika global.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang dampak konflik Iran–AS terhadap bisnis reasuransi, kami menyoroti potensi rambatan risiko berupa kenaikan biaya reasuransi global, pengetatan kapasitas, dan underwriting yang makin selektif. AAUI juga menekankan pentingnya peninjauan eksposur portofolio, penguatan wording polis, serta manajemen akumulasi risiko dan stress testing, terutama pada lini yang sensitif terhadap risiko internasional seperti marine, aviation, dan energy.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.