OCBC Indonesia ambil alih bisnis ritel HSBC Indonesia, AUM Rp 89,8 triliun berpindah
Transaksi ini memperluas pijakan OCBC Indonesia di segmen nasabah premium dan wealth management di pasar domestik. Penyelesaian akuisisi ditargetkan pada kuartal II-2027, dengan proyeksi kenaikan aset kelolaan sekitar 25% setelah transaksi rampung.
Sorotan
- PT Bank OCBC NISP Tbk mengakuisisi bisnis retail banking dan wealth management PT Bank HSBC Indonesia dengan total AUM Rp 89,8 triliun, termasuk investasi Rp 58,2 triliun dan simpanan Rp 31,6 triliun.
- Portofolio kredit ritel sebesar Rp 3,6 triliun dan lebih dari 336.000 nasabah dengan 262 cabang turut dialihkan, serta saldo kartu kredit OCBC Indonesia berpotensi tumbuh di atas 150%.
- Transaksi yang memperkuat bisnis wealth management OCBC Indonesia ini melibatkan penambahan sekitar 1.300 karyawan dan didukung sinergi dengan Bank of Singapore serta Great Eastern.
Ruang lingkup akuisisi dan target penyelesaian
Seperti dilaporkan KONTAN, PT Bank OCBC NISP Tbk menandatangani perjanjian dengan PT Bank HSBC Indonesia untuk mengakuisisi aset dan liabilitas bisnis retail banking dan wealth management HSBC di Indonesia, atau International Wealth and Premier Banking. Cakupan transaksi meliputi portofolio nasabah ritel dan wealth dengan layanan keuangan premium, termasuk simpanan, produk investasi seperti obligasi, reksadana dan asuransi, kartu kredit, serta kredit ritel.Dalam transaksi tersebut, OCBC Indonesia mengambil alih total asset under management sebesar Rp 89,8 triliun, yang terdiri dari investasi nasabah Rp 58,2 triliun dan simpanan nasabah Rp 31,6 triliun. Portofolio kredit ritel kecil senilai Rp 3,6 triliun juga dialihkan, sementara nilai transaksi akan ditetapkan berdasarkan kesepakatan kedua pihak dengan mempertimbangkan prospek bisnis dan potensi sinergi, lalu diumumkan mendekati penyelesaian.
Presiden Direktur OCBC Indonesia Parwati Surjaudaja mengatakan akuisisi itu menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi perseroan di segmen wealth management. Dalam siaran pers tertanggal Senin, 4 Mei 2026, ia menyatakan perseroan optimistis dapat menghadirkan solusi wealth yang lebih komprehensif bagi nasabah.
Dampak pada bisnis wealth dan kapasitas layanan
IWPB Indonesia disebut sebagai salah satu platform wealth management asing terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 336.000 nasabah dan jaringan 262 cabang. Setelah transaksi selesai, saldo kartu kredit OCBC Indonesia juga berpotensi tumbuh lebih dari 150%, memperluas skala bisnis konsumer perseroan di luar pertumbuhan aset kelolaan.Dari sisi sumber daya manusia, OCBC Indonesia akan diperkuat sekitar 1.300 karyawan tambahan untuk mendukung kapabilitas layanan wealth management secara menyeluruh. Perseroan menyatakan akan bekerja sama dengan HSBC Indonesia untuk menjaga kelancaran migrasi nasabah dan karyawan, sekaligus memastikan keamanan dana nasabah sesuai ketentuan yang berlaku.
Transaksi ini sejalan dengan strategi Next Frontier OCBC Group yang menitikberatkan transformasi bisnis melalui penguatan layanan wealth management terintegrasi. Dukungan dari Bank of Singapore untuk private banking dan Great Eastern di sektor asuransi juga menjadi bagian dari kerangka sinergi yang ingin dibangun OCBC Indonesia.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang akuisisi bisnis International Wealth and Premier Banking (IWPB) HSBC Indonesia oleh OCBC Indonesia, kami mengulas ruang lingkup pengalihan aset dan liabilitas, termasuk AUM Rp 89,8 triliun serta portofolio kredit ritel kecil Rp 3,6 triliun. Kami juga menyoroti proyeksi dampaknya setelah transaksi rampung, mulai dari kenaikan aset kelolaan dan potensi lonjakan saldo kartu kredit hingga penambahan basis nasabah, jaringan cabang, dan penguatan tenaga kerja untuk layanan wealth management.
- Forex
- Crypto