IHSG menguat pada sesi I, transaksi saham capai Rp9,1 triliun

IHSG menguat pada sesi I, transaksi saham capai Rp9,1 triliun
IHSG naik di sesi I

Pergerakan pasar saham Indonesia berbalik positif pada pertengahan perdagangan Selasa, setelah Indeks Harga Saham Gabungan sempat jatuh ke zona merah pada awal sesi. Hingga penutupan sesi pertama 5 Mei 2026, IHSG naik 0,83 persen ke level 7.029, ditopang penguatan mayoritas saham yang diperdagangkan.

Sorotan

  • IHSG berbalik menguat dan ditutup di level 7.029 pada sesi I Selasa (5/5/2026) setelah sempat turun ke titik terendah 6.921.
  • Nilai transaksi saham selama sesi pertama mencapai Rp9,1 triliun dengan volume 23,9 miliar lembar dan frekuensi 1,4 juta kali.
  • Sebanyak 365 emiten menguat, 310 melemah, Morenzo Abadi Perkasa (ENZO) memimpin top gainers naik 33,33 persen dan Yanaprima (YPAS) top losers turun 14,85 persen.

Pembalikan arah perdagangan sesi pagi

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG dibuka melemah di level 6.968 dan sempat turun lebih dalam ke posisi terendah 6.921 sebelum berbalik naik selama perdagangan sesi pertama. Indeks kemudian sempat menyentuh level tertinggi 7.065 sebelum ditutup di 7.029 pada sesi I Selasa (5/5/2026).

Volume transaksi hingga siang tercatat 23,9 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp9,1 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 1,4 juta kali, sementara kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp12,5 triliun.

Penguatan emiten lebih banyak dari pelemahan

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 365 emiten menguat, 310 emiten melemah, dan 284 saham stagnan. Komposisi ini menunjukkan sentimen pasar membaik setelah tekanan pada awal sesi.

Pada daftar top gainers, Morenzo Abadi Perkasa (ENZO) memimpin dengan kenaikan 33,33 persen, diikuti Asuransi Bina Dana Arta (ABDA) yang naik 24,92 persen dan Perdana Bangun Pusaka (KONI) yang menguat 24,69 persen. Sementara itu, top losers dipimpin Yanaprima (YPAS) yang turun 14,85 persen, disusul Wijaya Cahaya Timber (FWCT) melemah 11,67 persen dan Indospring (INDS) turun 11,62 persen.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penutupan perdagangan IHSG pada 4 Mei 2026, kami mencatat indeks berakhir di zona hijau dengan kenaikan tipis ke 6.971,95 di tengah mayoritas sektor yang melemah. Kami juga menyoroti nilai transaksi yang tinggi, pergerakan indeks utama seperti LQ45 dan IDX30, serta daftar saham yang menonjol di top gainers dan top losers yang menggambarkan penguatan IHSG masih terbatas.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.