IHSG menguat tipis ke 6.971,95, nilai transaksi mencapai Rp21 triliun

IHSG menguat tipis ke 6.971,95, nilai transaksi mencapai Rp21 triliun
IHSG menguat, transaksi tinggi

Perdagangan saham Indonesia pada Senin, 4 Mei 2026, berakhir di zona hijau dengan kenaikan terbatas pada Indeks Harga Saham Gabungan di tengah pergerakan sektoral yang mayoritas melemah. Nilai transaksi mencapai Rp21 triliun dari 58,1 miliar saham yang diperdagangkan, sementara indeks unggulan seperti LQ45, IDX30, dan MNC36 ikut menguat.

Sorotan

  • IHSG ditutup naik 0,22 persen ke 6.971,95 pada perdagangan hari ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp21 triliun.
  • Mayoritas sektor, termasuk energi, keuangan, dan teknologi, berada di zona merah sementara sektor konsumer dan infrastruktur mencatat penguatan.
  • Saham FWCT melonjak 34,83 persen dan ASDM turun 14,63 persen, meski lebih banyak saham melemah dibandingkan saham yang menguat.

Kinerja indeks dan pergerakan sektoral

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG ditutup naik 15,15 poin atau 0,22 persen ke level 6.971,95 pada perdagangan hari ini. Pada penutupan sesi, sebanyak 340 saham menguat, 376 saham melemah, dan 243 saham stagnan.

Di jajaran indeks utama, LQ45 menguat 0,78 persen ke 674, indeks IDX30 naik 0,94 persen ke 376, dan indeks MNC36 bertambah 1,06 persen ke 294. Sementara itu, indeks JII turun 0,06 persen ke 461.

Secara sektoral, mayoritas indeks berada di zona merah, meliputi energi, keuangan, properti, bahan baku, transportasi, teknologi, dan kesehatan. Adapun sektor yang masih mencatat penguatan mencakup konsumer non siklikal, konsumer siklikal, infrastruktur, dan industri.

Saham penggerak dan gambaran pasar

Di kelompok top gainers, saham PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) melonjak 34,83 persen ke Rp120, PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) naik 34,35 persen ke Rp89, dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) menguat 24,69 persen ke Rp1.515.

Sementara itu, tekanan terdalam di kelompok top losers dialami PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM) yang turun 14,63 persen ke Rp525, diikuti PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) yang melemah 14,29 persen ke Rp108, serta PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) yang turun 14,00 persen ke Rp86.

Komposisi pasar yang menunjukkan jumlah saham melemah lebih banyak daripada yang naik mengindikasikan penguatan IHSG masih berlangsung terbatas. Kenaikan indeks pada penutupan hari itu terutama mencerminkan dukungan dari saham-saham tertentu dan penguatan pada sebagian indeks unggulan.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang penguatan awal IHSG yang kembali mendekati level psikologis 7.000 pada awal sesi 4 Mei 2026, kami mencatat indeks sempat menguat hingga menembus 7.024 dengan dukungan mayoritas sektor yang bergerak di zona hijau. Kami juga menyoroti sebaran minat beli yang relatif meluas serta saham-saham yang menonjol di daftar top gainers dan top losers pada pembukaan perdagangan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.