IHSG menguat saat pembukaan, sektor konsumer dan energi menopang kenaikan

IHSG menguat saat pembukaan, sektor konsumer dan energi menopang kenaikan
IHSG menguat awal sesi

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia memulai pekan dengan penguatan, mendorong IHSG kembali mendekati level psikologis 7.000 pada awal sesi Senin, 4 Mei 2026. Kenaikan ini ditopang mayoritas sektor yang berada di zona hijau, di tengah nilai transaksi awal yang sudah mencapai Rp1,1 triliun.

Sorotan

  • IHSG dibuka naik 0,46% ke 6.988,92 dan menguat 0,98% ke 7.024 pada menit pertama, didukung transaksi awal Rp1,1 triliun.
  • Mayoritas indeks sektoral—energi, konsumer siklikal, non-siklikal, industri, infrastruktur, properti, keuangan, dan bahan baku—bergerak di zona hijau menunjukkan minat beli meluas.
  • Saham HERO, ENAK, dan BCIP memimpin top gainers, sementara XCIS, YPAS, dan ULTJ menjadi top losers pada awal perdagangan.

Pergerakan awal indeks dan saham unggulan

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG dibuka naik 0,46% ke level 6.988,92 dan dalam satu menit pertama perdagangan melanjutkan penguatan 0,98% ke posisi 7.024. Pada fase awal sesi, tercatat 386 saham menguat, 175 saham melemah, dan 398 saham bergerak stagnan.

Aktivitas transaksi awal mencapai Rp1,1 triliun dengan volume 9,7 miliar lembar saham. Di kelompok indeks utama, LQ45 naik 1,02% ke 676, JII menguat 1,75% ke 470, MNC36 bertambah 1,18% ke 256, dan IDX30 naik 0,97% ke 376.

Sejumlah saham yang memimpin top gainers pada awal perdagangan adalah PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO), PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK), dan PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP). Di sisi pelemahan, top losers dihuni PT Ciptadana Asset Management Tbk (XCIS), PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), dan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ).

Dukungan sektoral dan sentimen pasar domestik

Mayoritas indeks sektoral bergerak di zona hijau, terutama energi, konsumer siklikal, konsumer non-siklikal, industri, infrastruktur, properti, keuangan, dan bahan baku. Pergerakan ini menunjukkan minat beli tersebar cukup luas pada pembukaan perdagangan, bukan hanya terkonsentrasi pada segelintir saham besar.

Sementara itu, sektor transportasi, teknologi, dan kesehatan berada di zona merah. Kombinasi penguatan yang dominan di sebagian besar sektor dan kenaikan indeks acuan mengindikasikan sentimen awal pasar domestik cenderung positif pada awal pekan, meski tekanan masih terlihat pada beberapa kelompok saham.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang resiliensi emiten Pertamina Group pada kuartal I-2026, kami membahas bagaimana saham seperti PGAS, ELSA, PGEO, dan TUGU dinilai tetap didukung fundamental yang solid meski pasar tertekan oleh gejolak global dan domestik. Kami juga menyoroti bahwa pergerakan harga lebih banyak dipengaruhi persepsi risiko makro dan sovereign risk Indonesia, sehingga Pertamina memperkuat komunikasi kepada investor untuk menegaskan strategi pertumbuhan dan penciptaan nilai jangka panjang.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.