Indonesia catat pertumbuhan 5,61%, pertanian tetap menopang ekonomi pada kuartal I 2026

Indonesia catat pertumbuhan 5,61%, pertanian tetap menopang ekonomi pada kuartal I 2026
Ekonomi tumbuh, pertanian stabil

Pertumbuhan ekonomi Indonesia menguat pada kuartal I 2026, dengan sektor pertanian mempertahankan perannya sebagai salah satu penopang utama struktur produk domestik bruto nasional. Kontribusi pertanian tercatat 12,67% terhadap PDB, nyaris tidak berubah dari 12,66% setahun sebelumnya, di tengah penguatan permintaan domestik pada awal tahun.

Sorotan

  • Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% year-on-year pada kuartal I 2026, melebihi proyeksi konsensus analis 5,3%, menurut BPS.
  • Pertanian berkontribusi 0,55 poin persentase ke pertumbuhan PDB Q1 2026 dan mencatat pertumbuhan sektor sebesar 10,52% didukung panen raya.
  • PDB sektor pertanian tumbuh 5,74% sepanjang 2025, tertinggi 25 tahun, dengan pemerintah fokus deregulasi, modernisasi, dan kebijakan harga petani.

Data BPS dan posisi pertanian dalam PDB

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tumbuh 5,61% secara tahunan, melampaui proyeksi konsensus analis di kisaran 5,3%. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan capaian itu dalam konferensi pers di Gedung BPS pada Selasa, 5 Mei 2026.

Capaian tersebut menunjukkan akselerasi dibandingkan pertumbuhan 4,87% pada kuartal I 2025. Di dalam struktur PDB, lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar adalah industri pengolahan 19,07%, perdagangan 13,28%, pertanian 12,67%, konstruksi 9,81%, dan pertambangan 8,69%, dengan total kontribusi gabungan mencapai sekitar 63,52% dari PDB.

Dari sisi sumber pertumbuhan, pertanian menyumbang 0,55 poin persentase, berada di urutan ketiga setelah industri pengolahan dan perdagangan. BPS juga mencatat sektor pertanian tumbuh 10,52%, didukung panen raya serta peningkatan produksi padi dan jagung.

Dampak terhadap ketahanan ekonomi dan kebijakan pangan

Meski kontribusi sumber pertumbuhan pertanian lebih rendah dibanding setahun sebelumnya, ketika sektor ini menyumbang 1,11 poin persentase, peran pertanian dalam struktur ekonomi tetap stabil. Stabilitas itu menunjukkan sektor pangan masih menjadi penyangga penting di tengah penguatan aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan domestik yang meningkat pada awal tahun.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai capaian tersebut mengonfirmasi arah kebijakan pemerintah di sektor pertanian. Ia menyatakan penguatan sektor ditopang oleh rangkaian kebijakan struktural, termasuk peningkatan produksi, kenaikan ekspor, penekanan impor, serta langkah lapangan untuk menjaga perlindungan petani dan ketersediaan pangan.

Menurut Kementerian Pertanian, PDB sektor pertanian sepanjang 2025 tumbuh 5,74%, tertinggi dalam 25 tahun terakhir, dan momentum itu berlanjut ke awal 2026. Pemerintah menempatkan deregulasi, modernisasi, dan penguatan kebijakan harga petani sebagai bagian dari strategi untuk menjadikan sektor pangan jangkar stabilitas ekonomi nasional sekaligus fondasi swasembada berkelanjutan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pertumbuhan PDB Indonesia kuartal I 2026, kami menyoroti laju 5,61% (yoy) yang dinilai mencerminkan ketahanan domestik di tengah tekanan global dan berada di atas sejumlah negara G20 yang sudah merilis data. Kami juga mengulas pesan agar pertumbuhan tidak hanya bertumpu pada konsumsi, dengan penguatan daya beli, dorongan investasi dan ekspor, serta menjaga APBN tetap kredibel dan fleksibel sebagai penyangga guncangan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.