Kredit Pintar dorong literasi keuangan generasi muda di tengah tingginya adopsi layanan digital

Kredit Pintar dorong literasi keuangan generasi muda di tengah tingginya adopsi layanan digital
Literasi finansial anak muda

Pesatnya penggunaan layanan keuangan digital di kalangan anak muda masih belum diiringi pemahaman yang memadai tentang risiko dan pengelolaan keuangan pribadi. Kondisi ini mendorong pentingnya edukasi sejak dini agar keputusan finansial diambil secara lebih rasional dan bertanggung jawab.

Sorotan

  • Kredit Pintar mencatat 15% pengguna berusia 18-23 tahun pada 2025, menandakan adopsi tinggi layanan keuangan digital oleh generasi muda.
  • Total penyaluran pinjaman Kredit Pintar sepanjang 2025 melebihi Rp 9,5 triliun, dengan akumulasi sejak 2017 melampaui Rp 63 triliun.
  • Penyaluran pinjaman di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk 2026 mencapai Rp 55 miliar, bagian dari Rp 2,5 triliun total di Pulau Jawa.

Program edukasi dan profil pengguna muda

Seperti dilaporkan KONTAN, Kredit Pintar mendukung program Pindar Mengajar untuk meningkatkan literasi keuangan generasi muda. Head of Risk Kredit Pintar, Revana Aryani, mengatakan fondasi bangsa dimulai dari generasi muda, sehingga masyarakat perlu tidak hanya memiliki akses ke layanan keuangan, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara bijak.

Ia menilai tingginya adopsi layanan keuangan digital di kalangan anak muda belum sepenuhnya diimbangi pemahaman yang cukup. Menurut dia, banyak pengguna muda sudah memakai layanan keuangan digital, tetapi belum seluruhnya memahami risiko serta cara penggunaan yang tepat.

Kredit Pintar juga menyatakan ingin mendorong mahasiswa memahami pentingnya pengelolaan keuangan pribadi sejak dini, mengenali risiko penggunaan layanan keuangan digital, serta mengambil keputusan finansial secara rasional dan bertanggung jawab. Dari sisi pengguna, perusahaan mencatat segmen nasabah berusia 18 hingga 23 tahun mencapai sekitar 15% sepanjang 2025.

Dampak bagi industri pinjaman digital

Head of Brand & Communications Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, mengatakan kelompok usia tersebut mencerminkan tingginya adopsi teknologi finansial di kalangan generasi muda. Data internal perusahaan sekaligus menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan agar pemanfaatan layanan pinjaman daring dilakukan secara bijak, terukur, dan bertanggung jawab.

Sepanjang 2025, Kredit Pintar membukukan penyaluran pinjaman lebih dari Rp 9,5 triliun, dengan total akumulasi sejak berdiri pada 2017 mencapai lebih dari Rp 63 triliun. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, penyaluran pinjaman sepanjang 2026 tercatat sebesar Rp 55 miliar, dari total penyaluran di Pulau Jawa yang mencapai Rp 2,5 triliun.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pertumbuhan outstanding pembiayaan fintech P2P lending per Maret 2026, kami mencatat nilainya mencapai Rp 101,03 triliun atau tumbuh 26,25% (yoy) berdasarkan data OJK. Namun, kami juga menyoroti kenaikan risiko kredit macet yang tercermin dari TWP90 yang naik ke 4,52%, serta pentingnya pemantauan risiko di tengah ekspansi industri.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.