Jakarta catat tingkat pengangguran terbuka 6,03 persen pada Februari 2026
Pasar kerja Jakarta pada Februari 2026 masih menunjukkan sekitar enam dari setiap 100 orang angkatan kerja belum memperoleh pekerjaan. Di saat yang sama, jumlah angkatan kerja terus meningkat menjadi 5,53 juta orang, menandakan penyerapan tenaga kerja bertambah tetapi belum sepenuhnya menutup kebutuhan pasar.
Sorotan
- Tingkat pengangguran terbuka di Jakarta turun ke 6,03 persen pada Februari 2026, setara 333.860 orang, turun 0,15 persen poin dari tahun lalu.
- Jumlah angkatan kerja di Jakarta naik 57.640 menjadi 5,53 juta pada Februari 2026, dengan 5,20 juta di antaranya telah bekerja.
- Tingkat pengangguran tertinggi berasal dari lulusan SMK sebesar 8,15 persen dan SMA 7,58 persen, sementara lulusan universitas hanya 3,79 persen.
Data BPS DKI dan perkembangan tenaga kerja
Seperti dilaporkan Kompas.com, Badan Pusat Statistik DKI Jakarta menyampaikan tingkat pengangguran terbuka di ibu kota berada di 6,03 persen pada Februari 2026. Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, mengatakan angka itu berarti sekitar enam dari setiap 100 orang dalam angkatan kerja masih belum bekerja.Secara jumlah, pengangguran di Jakarta mencapai 333.860 orang berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional Februari 2026. Angka tersebut turun tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni 0,15 persen poin atau sekitar 4.540 orang, di tengah kenaikan jumlah angkatan kerja.
Pada Februari 2026, total angkatan kerja di Jakarta mencapai 5,53 juta orang, naik 57.640 orang dari tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, sebanyak 5,20 juta orang telah bekerja, dengan kenaikan 62.180 orang.
Kesenjangan gender dan pendidikan dalam pengangguran
Tingkat pengangguran laki-laki di Jakarta masih lebih tinggi dibandingkan perempuan. BPS DKI Jakarta mencatat TPT laki-laki sebesar 6,54 persen, sedangkan perempuan 5,28 persen.Perbedaan juga terlihat pada tingkat partisipasi angkatan kerja. TPAK laki-laki mencapai 78,83 persen, jauh di atas perempuan yang sebesar 52,26 persen, yang menunjukkan laki-laki lebih banyak aktif bekerja atau mencari pekerjaan.
Dari sisi pendidikan, lulusan pendidikan menengah masih menjadi penyumbang pengangguran tertinggi. TPT lulusan SMK tercatat 8,15 persen, disusul SMA 7,58 persen, sementara tingkat pengangguran lebih rendah terlihat pada lulusan Diploma I/II/III sebesar 3,58 persen, universitas 3,79 persen, SMP 3,87 persen, serta SD ke bawah 5,32 persen.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang data BPS DKI Jakarta terkait pengangguran Februari 2026, kami mengulas bahwa tingkat pengangguran terbuka di ibu kota masih 6,03% atau 333.860 orang dari total 5,53 juta angkatan kerja. Ulasan tersebut juga menekankan bahwa lulusan SMK dan SMA menjadi penyumbang pengangguran tertinggi, serta adanya ketimpangan gender dengan TPT laki-laki lebih tinggi daripada perempuan.
Berita Forex pairs Terbaru
- Forex
- Crypto