Prabowo dorong percepatan energi bersih ASEAN di tengah risiko Timur Tengah

Prabowo dorong percepatan energi bersih ASEAN di tengah risiko Timur Tengah
ASEAN percepat energi bersih

Ketahanan energi menjadi sorotan utama dalam agenda BIMP-EAGA saat kawasan ASEAN menghadapi tekanan global dan ketidakstabilan keamanan di Timur Tengah. Presiden Prabowo Subianto menilai isu itu kini bersifat mendesak, sekaligus terkait langsung dengan transisi energi, konektivitas listrik, dan ketahanan pangan regional.

Sorotan

  • Prabowo menegaskan di KTT BIMP-EAGA Cebu (7/5/2026) bahwa ketahanan energi kawasan kini menjadi kebutuhan mendesak akibat tekanan global dan instabilitas Timur Tengah.
  • Prabowo dorong pengembangan energi terbarukan di BIMP-EAGA, seperti tenaga air di Borneo, surya di Palawan, serta target energi surya Indonesia sebesar 100 GW.
  • Penguatan konektivitas jaringan listrik Trans Borneo Power Grid membutuhkan pendanaan, keahlian teknis, dan kemitraan regional agar distribusi energi kawasan lebih efisien.

Agenda energi dan konektivitas kawasan

Seperti diberitakan Kompas.com, Prabowo menyampaikan dalam KTT Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026), bahwa ketahanan energi bukan lagi tantangan jangka panjang, melainkan kebutuhan mendesak bagi negara-negara kawasan. Ia mengaitkan urgensi itu dengan meningkatnya tekanan global serta situasi Timur Tengah yang tidak stabil.

Prabowo mengatakan kawasan BIMP-EAGA memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi terbarukan, mulai dari tenaga air, tenaga surya, tenaga angin, hingga pemanfaatan lahan subur yang dinilai belum optimal. Ia mendorong negara-negara anggota agar bergerak memanfaatkan potensi tersebut, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subkawasan, tetapi juga untuk menopang transisi energi ASEAN.

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti perlunya langkah konkret, termasuk pengembangan tenaga air di Borneo, perluasan proyek surya di Palawan, serta pemanfaatan tenaga angin di wilayah pesisir. Ia juga menyinggung upaya Indonesia mempercepat pengembangan energi surya, termasuk target kapasitas 100 GW, sambil mengajak mitra kawasan memperkuat infrastruktur energi bersama.

Dampak bagi kerja sama pembangunan ASEAN

Selain pasokan energi, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat konektivitas subkawasan melalui peningkatan kapasitas jaringan listrik Trans Borneo Power Grid agar distribusi energi berjalan lebih efisien. Menurutnya, agenda itu membutuhkan pendanaan, keahlian teknis, dan kemitraan yang lebih erat dengan mitra pembangunan regional.

Ia juga menegaskan bahwa ketahanan pangan tetap menjadi isu mendasar bagi negara-negara BIMP-EAGA. Pesan yang dibawa Indonesia dalam forum itu menunjukkan bahwa masa depan ASEAN tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan kawasan menjaga ketahanan energi, pangan, dan stabilitas masyarakat di tengah perubahan global.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang agenda Prabowo menghadiri KTT ASEAN ke-48 di Cebu, kami menyoroti rangkaian pertemuan yang juga mencakup forum BIMP-EAGA dengan fokus penguatan konektivitas dan kerja sama ekonomi subkawasan. Kami juga mencatat isu-isu yang dibawa Indonesia, termasuk ketahanan energi dan pangan, serta koordinasi respons kawasan terhadap dinamika global dan geopolitik. Sorotan lain adalah pembahasan nikel sebagai bagian dari penguatan ekosistem baterai terintegrasi Indonesia, termasuk opsi pasokan dari Filipina bila diperlukan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.