OJK catat penghimpunan dana pasar modal capai Rp59,35 triliun hingga 5 Mei 2026
Kekuatan partisipasi investor domestik masih menopang pasar modal Indonesia di tengah tekanan pergerakan indeks saham sepanjang awal 2026. Hingga 5 Mei 2026, penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp59,35 triliun, dengan porsi terbesar berasal dari penerbitan efek bersifat utang dan/atau sukuk.
Sorotan
- OJK mencatat penghimpunan dana pasar modal mencapai Rp59,35 triliun hingga 5 Mei 2026, didominasi penerbitan efek utang dan/atau sukuk Rp58,9 triliun.
- Jumlah investor pasar modal meningkat menjadi lebih dari 26 juta single investor identification pada Kuartal I-2026, menunjukkan kepercayaan investor ritel domestik.
- IHSG terkoreksi 18,49 persen pada akhir Maret 2026 dan secara total melemah 19,55 persen sejak Januari-April 2026 akibat tekanan global.
Penghimpunan dana dan pertumbuhan investor
Seperti disampaikan Otoritas Jasa Keuangan dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Jakarta, capaian tersebut, menurut Okezone, menunjukkan minat fundraising di pasar modal Indonesia tetap terjaga. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan penerbitan efek bersifat utang dan/atau sukuk mendominasi penghimpunan dana dengan nilai Rp58,9 triliun.Friderica juga mengungkapkan jumlah investor pasar modal pada Kuartal I-2026 bertambah menjadi 24,7 juta single investor identification. Menurut dia, berdasarkan data terbaru jumlah itu bahkan sudah menembus 26 juta, yang dinilai mencerminkan kepercayaan investor ritel domestik terhadap pasar modal Indonesia.
Tekanan indeks dan risiko global
Di sisi lain, OJK tetap mencermati pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan dalam beberapa waktu terakhir. Friderica menyebut IHSG sempat mengalami koreksi mendalam pada akhir Maret 2026 sebesar 18,49 persen sebelum kembali bergerak fluktuatif pada hari-hari berikutnya.Otoritas juga mewaspadai tren global yang telah berdampak pada pasar domestik. Sepanjang periode Januari hingga April 2026, tekanan eksternal turut mendorong pelemahan IHSG sebesar 19,55 persen, meski arus investor ritel dan aktivitas penghimpunan dana masih menunjukkan daya tahan pasar dalam negeri.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang stabilitas sistem keuangan Indonesia pada Kuartal I-2026, kami menyoroti bahwa otoritas menilai kondisi domestik tetap terjaga meski volatilitas global dan ketegangan geopolitik meningkat. Kami juga membahas penguatan koordinasi KSSK serta penilaian berorientasi ke depan untuk mengantisipasi rambatan konflik Timur Tengah terhadap pasar modal dan risiko lonjakan harga energi.
Berita AUD/USD Terbaru
- Forex
- Crypto