OJK nilai kenaikan yield obligasi menekan biaya pendanaan multifinance
Kenaikan yield obligasi di tengah suku bunga acuan Bank Indonesia yang masih ditahan berpotensi membatasi penurunan biaya dana perusahaan multifinance. Kondisi ini mendorong pelaku industri untuk lebih selektif dalam mencari pendanaan baru dan menjaga margin pembiayaan.
Sorotan
- OJK menilai tren kenaikan yield obligasi dan suku bunga BI berpotensi menekan biaya pendanaan perusahaan multifinance, menuntut langkah diversifikasi sumber dana.
- Per Maret 2026, porsi pendanaan industri multifinance dari perbankan mencapai Rp279,74 triliun atau 73,65% dari total pendanaan.
- WOM Finance menyatakan strategi diversifikasi dan kehati-hatian pendanaan penting karena tingginya yield obligasi dan bunga acuan menekan ruang penurunan cost of fund.
Strategi pendanaan di tengah kenaikan yield
Seperti diberitakan KONTAN Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan menilai dinamika suku bunga acuan BI dan tren kenaikan yield obligasi berpotensi mempengaruhi biaya pendanaan atau cost of fund perusahaan multifinance. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan perusahaan perlu menerapkan langkah yang prudent, antara lain melalui diversifikasi sumber pendanaan, kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan, serta optimalisasi refinancing untuk mengelola struktur jatuh tempo kewajiban secara lebih efisien.Menurut Agusman, sumber pendanaan perusahaan multifinance masih didominasi perbankan. Per Maret 2026, pendanaan dari perbankan mencapai Rp279,74 triliun atau setara 73,65% dari total pendanaan industri.
Dampak bagi perusahaan pembiayaan
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk, atau WOM Finance, menyatakan telah menerapkan strategi diversifikasi pendanaan seiring suku bunga BI yang ditahan di level 4,75% dan tren kenaikan yield obligasi. Direktur Keuangan WOM Finance Cincin Lisa mengatakan kondisi tersebut cukup mempengaruhi pendanaan perusahaan, baik dari perbankan maupun pasar modal, karena pergerakan suku bunga dan yield menjadi faktor kunci dalam menentukan margin serta pricing pembiayaan.Ia menilai selama suku bunga belum turun atau masih ditahan dan yield obligasi masih tinggi, ruang penurunan cost of fund bagi dunia usaha masih terbatas. Karena itu, WOM Finance menerapkan strategi pendanaan yang lebih prudent dan terdiversifikasi, sambil tetap menjaga daya saing lewat penyesuaian pricing secara selektif tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan kualitas portofolio.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penghimpunan dana di pasar modal Indonesia hingga 5 Mei 2026, kami mencatat dana yang terhimpun mencapai Rp59,35 triliun dan didominasi penerbitan efek bersifat utang dan/atau sukuk. Kami juga menyoroti kenaikan jumlah investor pasar modal yang menembus 26 juta, meski IHSG tertekan akibat faktor global. Gambaran ini relevan dengan kondisi kini ketika yield obligasi yang tinggi ikut memengaruhi biaya pendanaan emiten dan pelaku pembiayaan.
Berita Banks Terbaru
- Forex
- Crypto