Unitlink pasar uang memimpin return per April 2026, produk Manulife dominan di daftar teratas
Kinerja unitlink berbasis pasar uang menjadi yang paling positif di antara seluruh kategori per April 2026, dengan rata-rata return year to date mencapai 1,04%. Dominasi produk berbasis dolar AS dan pasar uang milik grup Manulife menonjol dalam daftar 10 produk dengan imbal hasil tertinggi pada periode tersebut.
Sorotan
- GSP Dana Pasar Uang U.S. Dollar milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia mencatat return tertinggi 3,45% per April 2026 menurut data Infovesta.
- Unitlink pasar uang masih berpeluang mencatat kinerja positif selama suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di 4,75% menurut Infovesta Utama.
- Unitlink saham mengalami kontraksi return terdalam sebesar 4,75% per April 2026, diikuti campuran turun 3,62% dan pendapatan tetap terkontraksi 0,97%.
Daftar produk teratas dan sumber data April 2026
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, data Infovesta menunjukkan GSP Dana Pasar Uang U.S. Dollar milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia menempati posisi pertama dengan return 3,45% per April 2026. Posisi kedua ditempati DPLK DKPK GRO Dana U.S. Dollar dengan return 3,42%, disusul DPLK PPIP GRO Dana U.S. Dollar sebesar 3,27%, keduanya dikelola DPLK Manulife.Peringkat keempat ditempati Carlink Pro Safe milik PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya dengan imbal hasil 1,81%. Posisi kelima hingga ketujuh masing-masing diisi DPLK PPIP GRO Dana Pasar Uang sebesar 1,67%, Carlisya Pro Safe sebesar 1,65%, dan DPLK DKPK GRO Dana Pasar Uang sebesar 1,24%, meski angka untuk produk terakhir disebut per Maret 2026 dalam data yang dimuat.
Pada posisi kedelapan dan kesembilan, produk DPLK Manulife kembali muncul melalui DPLK PPIP GRO Dana Syariah dengan return 1,64% dan 1,62% per April 2026. Posisi kesepuluh ditempati CHUBB Rupiah Money Market Fund milik PT Chubb Life Insurance Indonesia dengan return 1,58%.
Dampak suku bunga pada kinerja industri unitlink
Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan kinerja positif unitlink pasar uang tidak terlepas dari komposisi portofolionya yang mayoritas berada di deposito dan surat utang jangka pendek. Ia menilai kategori ini masih berpeluang mencatat kinerja positif ke depan selama suku bunga acuan Bank Indonesia tetap tertahan di level 4,75%.Menurut Wawan, penundaan penurunan suku bunga atau bahkan kenaikan suku bunga justru menguntungkan produk pasar uang. Di sisi lain, tekanan masih terlihat pada kategori lain, dengan unitlink saham mencatat kontraksi rata-rata return paling dalam sebesar 4,75% per April 2026, diikuti unitlink campuran yang turun 3,62% dan unitlink pendapatan tetap yang terkontraksi 0,97%.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kontraksi return unitlink saham hingga April 2026, kami menyoroti tekanan pasar yang membuat rata-rata kinerjanya turun 4,75% secara year to date, sementara unitlink campuran dan pendapatan tetap juga melemah. Pada saat yang sama, unitlink pasar uang menjadi kategori yang tetap mencatat return positif, didukung dominasi portofolio di deposito dan surat utang jangka pendek serta suku bunga acuan BI yang bertahan di 4,75%.
Berita Rogers Communications Terbaru
- Forex
- Crypto