OJK melihat pembiayaan emas multifinance berpotensi meningkat di Indonesia
Minat masyarakat terhadap investasi emas mendorong OJK melihat segmen pembiayaan emas multifinance terus bertumbuh ke depan. Per Maret 2026, pembiayaan emas industri multifinance tercatat Rp 44,19 miliar dan dinilai masih memiliki ruang ekspansi pada 2026.
Sorotan
- OJK memproyeksikan pembiayaan emas oleh perusahaan multifinance akan terus meningkat hingga 2026 berkat tingginya minat masyarakat.
- Industri didorong untuk inovasi produk dan penguatan kerja sama strategis dalam pembiayaan emas, sambil mematuhi prinsip kehati-hatian dan pelindungan konsumen.
- PT CIMB Niaga Auto Finance meluncurkan produk pembiayaan emas akhir 2025, menargetkan segmen ini sebagai pendorong pertumbuhan bisnis strategis pada 2026.
Strategi pertumbuhan pembiayaan emas 2026
Seperti diberitakan Kontan Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan memproyeksikan pembiayaan segmen emas oleh perusahaan multifinance terus meningkat seiring tingginya minat masyarakat. Kepala Eksekutif Pengawas LPVM, LKM, dan LJK lainnya OJK Agusman mengatakan pelaku industri dapat mendorong pertumbuhan melalui inovasi produk yang sesuai kebutuhan masyarakat serta penguatan kerja sama dengan mitra strategis.Ia menegaskan upaya tersebut perlu tetap disertai prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan pelindungan konsumen. Pernyataan itu disampaikan dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK pada Kamis, 7 Mei.
Dukungan prospek industri multifinance
Dari sisi pelaku usaha, PT CIMB Niaga Auto Finance menilai pembiayaan emas masih memiliki prospek jangka panjang yang positif, sejalan dengan tren harga dan minat investasi emas yang terus meningkat. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menyatakan industri multifinance melihat potensi besar pada segmen ini karena emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati masyarakat.Menurut dia, CNAF memandang pembiayaan emas sebagai peluang pasar yang layak dijajaki sebagai salah satu langkah strategis perseroan pada 2026. Perusahaan itu baru meluncurkan produk pembiayaan emas pada akhir 2025 dan berharap lini tersebut dapat menjadi salah satu penopang pertumbuhan bisnis ke depan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kinerja industri multifinance per Maret 2026, kami mengulas pertumbuhan laba industri menjadi Rp 5,99 triliun yang ditopang kenaikan pendapatan dan membaiknya kualitas pembiayaan. Kami juga menyoroti bagaimana sejumlah pelaku, seperti Clipan Finance dan Adira Finance, menjaga profitabilitas lewat prinsip kehati-hatian, penguatan manajemen risiko, efisiensi, serta ekspansi yang lebih selektif di tengah ketidakpastian.
Berita Barrick Gold Terbaru
- Forex
- Crypto