Sompo Insurance fokus kendalikan risiko untuk dorong bisnis asuransi properti pada 2026

Sompo Insurance fokus kendalikan risiko untuk dorong bisnis asuransi properti pada 2026
Sompo dorong asuransi properti

Di tengah tingginya paparan bencana alam dan potensi kerugian lain, PT Sompo Insurance Indonesia menilai lini asuransi properti tetap prospektif pada 2026. Pada 2025, perusahaan membukukan premi asuransi properti sebesar Rp 718 miliar, sementara lini properti bersama kendaraan dan kesehatan menyumbang 79% dari total portofolio premi.

Sorotan

  • Sompo Insurance Indonesia fokus menjaga kualitas risiko dan tidak mengejar pertumbuhan premi properti secara agresif untuk menjaga portofolio tetap sehat hingga 2026.
  • Premi lini properti Sompo Insurance mencapai Rp 718 miliar pada 2025, menopang 79% portofolio bersama kendaraan dan kesehatan, mendasari target pertumbuhan terukur 2026.
  • Pendekatan selektif terhadap lokasi dan sektor diasuransikan menjaga kesehatan portofolio di tengah risiko bencana tinggi, meski membatasi ekspansi premi di industri asuransi umum Indonesia.

Strategi seleksi risiko dan penyebaran portofolio

KONTAN melaporkan, manajemen Sompo Insurance menegaskan pertumbuhan bisnis properti tidak ditempuh dengan mengejar premi secara agresif, melainkan dengan menjaga kualitas risiko yang ditanggung.

President Director & CEO Sompo Insurance Indonesia Eric Nemitz mengatakan bisnis asuransi tidak hanya bergantung pada volume penjualan produk, tetapi pada kemampuan perusahaan mengendalikan risiko. Menurut dia, segmen properti termasuk salah satu lini yang paling rentan terhadap isu bencana alam dan berbagai potensi kerugian lain, sehingga perusahaan perlu memastikan tingkat risikonya tetap sehat.

Dalam pelaksanaannya, Sompo Indonesia menerapkan proses survei atas seluruh risiko yang akan ditanggung dalam asuransi properti. Langkah itu ditujukan untuk menghasilkan pemetaan risiko yang lebih terukur sebelum perlindungan diberikan.

Perusahaan juga menjaga penyebaran geografis portofolio agar eksposur tidak terkonsentrasi di satu wilayah. Selain itu, seleksi dilakukan berdasarkan sektor industri yang diasuransikan karena tiap industri memiliki profil risiko yang berbeda, sehingga besaran eksposur harus dihitung secara cermat.

Dampak bagi kinerja dan prospek industri

Kontribusi lini properti bersama asuransi kendaraan dan kesehatan yang mencapai 79% sepanjang 2025 menunjukkan bisnis ini masih menjadi penopang utama portofolio Sompo Insurance. Capaian premi properti sebesar Rp 718 miliar pada 2025 juga memberi dasar bagi perusahaan untuk mempertahankan fokus pada pertumbuhan yang lebih terukur pada 2026.

Bagi industri asuransi umum di Indonesia, pendekatan selektif terhadap lokasi dan sektor yang diasuransikan mencerminkan upaya perusahaan menjaga kesehatan portofolio di tengah risiko bencana yang tetap tinggi. Strategi itu dapat membantu menopang profitabilitas underwriting, meski berpotensi membatasi ekspansi premi yang terlalu cepat.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang aliran premi reasuransi ke luar negeri pada 2025, kami menyoroti bahwa keterbatasan kapasitas reasuransi domestik membuat sejumlah lini berisiko tinggi—termasuk properti industrial berskala besar—masih membutuhkan dukungan kapasitas global. Kami juga mencatat data OJK yang menunjukkan 34,98% premi reasuransi mengalir ke luar negeri, sekaligus menekankan pentingnya penempatan reasuransi yang hati-hati serta dorongan penguatan kapasitas dalam negeri agar ketahanan industri meningkat.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.