Pasar Pramuka catat kenaikan harga alat kesehatan, sarung tangan paling terdampak
Kenaikan harga alat kesehatan terjadi di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, dalam sekitar satu bulan terakhir, menambah tekanan biaya bagi pedagang dan pembeli kebutuhan medis. Lonjakan paling tajam terlihat pada sarung tangan, sementara tabung oksigen, kursi roda, masker, dan popok dewasa juga ikut mengalami penyesuaian harga.
Sorotan
- Pasar Pramuka mencatat kenaikan harga alat kesehatan sejak awal bulan, dengan tabung oksigen naik dari Rp 530.000 menjadi Rp 550.000–Rp 560.000.
- Sarung tangan nitrile mengalami lonjakan harga modal paling tajam dari Rp 40.000 menjadi Rp 65.000 per boks, sedangkan sarung tangan lateks naik Rp 5.000 per boks.
- Kenaikan harga alat kesehatan termasuk kursi roda, popok dewasa, dan masker mengindikasikan tekanan biaya pengadaan di tingkat ritel dan berpotensi meningkatkan biaya konsumen.
Kenaikan harga dan rincian produk
Seperti dilaporkan Kompas.com, para pedagang di Pasar Pramuka menyebut kenaikan harga mulai terasa sejak awal bulan. Wati, salah satu pedagang alat kesehatan, mengatakan hampir seluruh barang di tokonya mengalami kenaikan dalam periode tersebut.Di tokonya, tabung oksigen yang biasanya dijual Rp 530.000 kini menjadi Rp 550.000 hingga Rp 560.000. Popok dewasa naik sekitar Rp 5.000 untuk semua ukuran, sementara kursi roda melonjak sekitar Rp 100.000, dengan harga modal standar rumah sakit naik dari Rp 800.000 menjadi Rp 925.000 dan harga jual ke konsumen kini di kisaran Rp 1 jutaan.
Pedagang lain, Yuli, juga mengatakan kursi roda menjadi salah satu barang yang naik harga di tokonya. Harga modal kursi roda naik dari Rp 850.000 menjadi Rp 900.000, sedangkan masker naik dari sekitar Rp 13.000 per boks menjadi Rp 16.000, sehingga kini dijual Rp 20.000 per boks.
Dampak pada perdagangan alat kesehatan
Sarung tangan menjadi produk dengan kenaikan paling signifikan di pasar tersebut. Menurut Yuli, harga modal sarung tangan nitrile naik tajam dari Rp 40.000 menjadi Rp 65.000 per boks, sedangkan sarung tangan lateks naik sekitar Rp 5.000 per boks berisi 50 pasang.Kenaikan pada sejumlah produk ini menunjukkan biaya pengadaan alat kesehatan di tingkat ritel sedang bergerak naik di salah satu pusat perdagangan alat kesehatan Jakarta. Bagi pedagang, perubahan harga modal mendorong penyesuaian harga jual, sementara bagi konsumen kondisi ini berpotensi meningkatkan beban belanja untuk kebutuhan medis harian maupun perlengkapan perawatan.
Dalam liputan kami sebelumnya tentang kenaikan harga pangan strategis di Indonesia pada 14 Mei 2026, kami mencatat tekanan paling kuat terjadi pada cabai, bawang, serta protein hewani seperti daging ayam dan telur. Kenaikan ini juga merembet ke komoditas lain seperti gula dan minyak goreng, sehingga berpotensi menambah beban belanja rumah tangga dan menjadi sinyal bahwa inflasi harian masih perlu dicermati.
Berita Johnson & Johnson Terbaru
- Forex
- Crypto