Persaingan industri perbankan Indonesia makin ketat ketika bank dengan afiliasi global memperbesar bisnis di segmen premium, wealth management, dan pembiayaan korporasi. Hingga Maret 2026, kelompok bank asing dan kantor cabang bank asing menguasai 23,75% total aset perbankan nasional serta 21,02% total kredit, meski struktur industri tetap didominasi bank domestik.
Sorotan
- Per Maret 2026, pangsa aset bank asing di Indonesia meningkat menjadi 23,75%, didukung ekspansi kredit valuta asing dan pembiayaan proyek besar.
- Bank Danamon dan MUFG Indonesia menargetkan integrasi operasional dengan total aset gabungan Rp 489,15 triliun pada 2027, sementara OCBC NISP mengakuisisi bisnis ritel HSBC Indonesia dengan AUM Rp 89,8 triliun.
- Kuatnya ekspansi bank asing memperketat persaingan pada segmen affluent, wealth management, dan fee-based income, mendorong bank lokal adaptasi strategi dan efisiensi untuk menjaga profitabilitas.
Ekspansi dan aksi korporasi bank asing
KONTAN melaporkan, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2026 menunjukkan kehadiran bank asing masih memberi kontribusi signifikan bagi industri jasa keuangan nasional. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan bank asing berperan strategis dalam penyaluran kredit valuta asing, dukungan aktivitas ekspor-impor, fasilitasi foreign direct investment, serta pembiayaan proyek besar.
Di tengah tren itu, PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan MUFG Bank Ltd menandatangani nota kesepahaman untuk menjajaki integrasi operasional Danamon dengan MUFG Indonesia. Jika terealisasi, entitas gabungan itu akan memiliki total aset sekitar Rp 489,15 triliun, berdasarkan posisi aset per Maret 2026, dan target efektifnya pada 2027 setelah memperoleh persetujuan regulator serta pemegang saham.
Pada kuartal I-2026, Danamon membukukan laba bersih Rp 1,1 triliun, naik 35% secara tahunan. Total kredit dan trade finance tumbuh 9% menjadi Rp 216,2 triliun, didorong pertumbuhan enterprise banking dan financial institution, UMKM, konsumer, serta Adira Finance.
PT Bank OCBC NISP Tbk juga memperluas bisnis melalui akuisisi retail banking dan wealth management HSBC Indonesia. Transaksi itu mencakup portofolio wealth management, simpanan nasabah, kartu kredit, dan kredit ritel dengan total asset under management sekitar Rp 89,8 triliun; setelah rampung pada kuartal II-2027, AUM OCBC diperkirakan naik sekitar 25% dan saldo kartu kredit berpotensi melonjak lebih dari 150%.
Dampak persaingan pada strategi dan profitabilitas
Peningkatan agresivitas bank asing mendorong persaingan langsung dengan bank lokal, terutama dalam perebutan nasabah affluent, bisnis treasury, dan layanan berbasis komisi. Meski peluang ekspansi masih besar, pelemahan permintaan kredit membuat likuiditas perbankan longgar dan tekanan margin bunga tetap terasa di sejumlah segmen.PT Bank CIMB Niaga Tbk menyatakan kinerjanya pada kuartal I-2026 masih sesuai target pemegang saham, dengan laba bersih Rp 1,76 triliun, kredit Rp 235,1 triliun, dan total aset konsolidasian Rp 368,2 triliun. Namun perseroan kini lebih fokus memperbesar pendapatan berbasis komisi atau fee based income untuk menjaga profitabilitas, sembari mempertahankan efisiensi operasional dan kualitas aset.
PT Bank Oke Indonesia Tbk atau OK Bank juga memilih pertumbuhan yang lebih selektif. Pada kuartal I-2026, laba bank ini naik 112,54% secara tahunan menjadi Rp 64,67 miliar, aset tumbuh 12,15% menjadi Rp 13,73 triliun, dan kredit meningkat 7,45% menjadi Rp 10,44 triliun, dengan fokus pada segmen korporasi dan komersial serta pengembangan ritel secara terukur.
Secara industri, penguatan posisi bank asing menunjukkan pasar Indonesia tetap menarik bagi institusi keuangan global. Arah ekspansi melalui integrasi, akuisisi, penguatan layanan digital, dan pengembangan wealth management menandakan persaingan perbankan nasional bergeser ke kualitas layanan, efisiensi, dan kemampuan menangkap nasabah bernilai tinggi.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang porsi bank asing di perbankan Indonesia, kami mencatat data OJK per Maret 2026 yang menunjukkan bank asing dan kantor cabangnya menguasai 23,75% total aset serta 21,02% total kredit perbankan nasional. Kami juga menyoroti rangkaian aksi korporasi, termasuk rencana integrasi operasional Danamon dengan MUFG dan akuisisi bisnis ritel serta wealth management HSBC Indonesia oleh OCBC NISP, di tengah tekanan margin dan melemahnya permintaan kredit yang memperketat persaingan industri.
- Forex
- Crypto