SeaBank catat laba bersih kuartal I-2026 naik 288% di tengah ekspansi kredit dan dana murah

SeaBank catat laba bersih kuartal I-2026 naik 288% di tengah ekspansi kredit dan dana murah
Laba SeaBank melesat 288%

Pertumbuhan bank digital di Indonesia berlanjut pada awal 2026, dengan SeaBank membukukan kenaikan laba bersih dan menjaga kualitas aset tetap terkendali. Hingga kuartal I-2026, bank ini juga mencatat pertumbuhan aset, dana pihak ketiga, dan kredit, seiring peningkatan basis nasabah serta frekuensi transaksi harian.

Sorotan

  • SeaBank Indonesia membukukan laba bersih Rp 375,6 miliar pada kuartal I-2026, melonjak 288% secara tahunan didorong diversifikasi pendapatan.
  • Total aset SeaBank mencapai Rp 49,7 triliun pada kuartal I-2026, naik 33% yoy, sementara dana pihak ketiga tumbuh 44,58% menjadi Rp 39,1 triliun.
  • Penyaluran kredit SeaBank naik 40,83% yoy ke Rp 34,80 triliun dengan NPL terjaga di 1,56% dan nasabah menembus 30 juta hingga kuartal I-2026.

Kinerja kuartal pertama dan pendorong pertumbuhan

KONTAN melaporkan, PT Bank SeaBank Indonesia membukukan laba bersih Rp 375,6 miliar pada kuartal I-2026, naik 288% secara tahunan. Dalam keterangan resmi pada Rabu, 20 Mei 2026, Direktur Utama SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley mengatakan pertumbuhan itu mencerminkan solusi transaksi yang ditawarkan perseroan kepada masyarakat dan menjadi lanjutan tren pertumbuhan sejak akhir tahun lalu.

Efektivitas bisnis bank turut mendorong rasio pengembalian aset atau ROA ke level 4,01%. Menurut Sasmaya, kenaikan kinerja didorong oleh diversifikasi pendapatan bank.

Hingga kuartal I-2026, total aset SeaBank mencapai Rp 49,7 triliun, tumbuh 33% secara tahunan. Dana pihak ketiga meningkat 44,58% menjadi Rp 39,1 triliun, dengan dana murah atau CASA mendominasi 69,10% dari total portofolio pendanaan, terutama karena kenaikan jumlah transaksi nasabah.

Ekspansi intermediasi dan implikasi bagi perbankan digital

Dari sisi intermediasi, SeaBank menyalurkan kredit Rp 34,80 triliun, naik 40,83% secara tahunan. Penyaluran pembiayaan difokuskan pada segmen ritel melalui produk direct lending dan kerja sama dengan mitra penyaluran kredit.

Pada saat yang sama, rasio kredit bermasalah atau NPL terjaga di 1,56%, sementara rasio kecukupan modal atau CAR berada di 21,88%. Sasmaya menyatakan kinerja pada awal 2026 menunjukkan bank digital dapat bertumbuh cepat sekaligus tetap pruden.

SeaBank juga mencatat kenaikan jumlah pengguna, dengan nasabah mencapai lebih dari 30 juta hingga kuartal I-2026. Rata-rata transaksi hariannya menembus lebih dari 13 juta transaksi, menunjukkan skala operasional yang terus membesar di industri perbankan digital Indonesia.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang pertumbuhan rekening bank digital per Maret 2026, kami menyoroti data OJK yang menunjukkan kenaikan kuat pada rekening kredit dan dana pihak ketiga, meski kontribusi aset, kredit, dan dana bank digital masih di bawah 2% dari industri. Artikel itu juga menekankan bahwa tantangan berikutnya ada pada keaktifan pengguna, dengan contoh strategi Allo Bank dan Krom Bank yang berfokus meningkatkan pengguna aktif dan mendorong transaksi harian melalui penguatan ekosistem serta kolaborasi mitra.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.