Amar Bank perluas pasar untuk dorong pertumbuhan kredit ritel dan UMKM
Di tengah persaingan perbankan yang makin ketat, PT Bank Amar Indonesia Tbk memperluas jangkauan bisnisnya untuk menjaga laju pertumbuhan kredit pada tahun ini. Bank digital tersebut membidik kota-kota baru seperti Surabaya dan Makassar sambil memperkuat penetrasi di segmen ritel dan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Sorotan
- Amar Bank mencatatkan kredit bruto Rp 4,16 triliun hingga kuartal I-2026, naik 30,62% secara tahunan dengan lebih dari separuh portofolio di sektor UMKM.
- Ekspansi ke kota-kota seperti Surabaya dan Makassar didukung penguatan branding dan digitalisasi untuk melayani segmen ritel dan pelaku usaha kecil yang belum terjangkau.
- Rasio NPL Amar Bank membaik menjadi 0,86% pada kuartal I-2026 dari 1,48% year-on-year, seiring efisiensi penyaluran kredit berbasis AI di tengah strategi ekspansi agresif.
Ekspansi kota baru dan strategi penyaluran kredit
Seperti dilaporkan KONTAN, strategi perluasan wilayah menjadi salah satu tumpuan Amar Bank untuk menambah basis nasabah dan menjaga pertumbuhan pembiayaan. SVP Finance Amar Bank David Wirawan mengatakan bank mulai menggarap kota-kota yang sebelumnya belum banyak terpapar produk Amar Bank, termasuk Surabaya dan Makassar, disertai penguatan branding untuk meningkatkan penetrasi pasar.Hingga kuartal I-2026, Amar Bank membukukan kredit bruto Rp 4,16 triliun, naik 30,62% secara tahunan. Lebih dari separuh portofolio kredit bank disalurkan ke sektor UMKM, sejalan dengan fokus perseroan pada kebutuhan pembiayaan ritel dan pelaku usaha kecil.
Bank menilai peluang pertumbuhan di daerah masih besar karena kebutuhan pembiayaan pada segmen tersebut terus meningkat. Untuk menangkap permintaan itu, Amar Bank memperluas akses layanan digital kepada masyarakat yang belum banyak tersentuh produk perbankan.
Dukungan teknologi dan kualitas aset
Strategi ekspansi tersebut ditopang model bisnis digital yang mengandalkan artificial intelligence, AI, dan analisis data. Menurut David, pendekatan itu membuat proses penyaluran kredit berjalan lebih cepat dan efisien, sekaligus membantu bank mengidentifikasi risiko lebih dini.Ke depan, Amar Bank melihat ruang pertumbuhan kredit masih terbuka seiring meningkatnya aktivitas ekonomi digital, tingginya permintaan pembiayaan, dan dukungan pemerintah terhadap sektor UMKM. Perseroan juga berencana terus memperluas akses pembiayaan digital melalui penguatan ekosistem dan inovasi teknologi.
Meski berekspansi agresif, bank menegaskan prinsip kehati-hatian tetap menjadi fokus untuk menjaga kualitas aset di tengah ketidakpastian ekonomi. Hingga kuartal I-2026, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan, NPL, turun menjadi 0,86% dari 1,48% pada periode yang sama tahun lalu.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang Jakarta Fair Kemayoran 2026, kami menyoroti peran ajang tahunan ini sebagai pengungkit belanja UMKM dengan target nilai transaksi melampaui Rp 8 triliun, serta menjadi pijakan menuju perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027. Kami juga mencatat dukungan infrastruktur transportasi yang kian terintegrasi dinilai penting untuk memperlancar akses pengunjung dan pelaku usaha, sehingga mendorong aktivitas ekonomi Jakarta.
Berita Reporting Terbaru
- Forex
- Crypto