Prabowo soroti risiko pelemahan rupiah dan sistem ekonomi Indonesia

Prabowo soroti risiko pelemahan rupiah dan sistem ekonomi Indonesia
Prabowo soal rupiah & ekonomi

Di tengah tekanan nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, Presiden RI Prabowo Subianto menilai sikap elite yang takut pada kenaikan dollar U.S. dan kecukupan BBM dapat mencerminkan kelemahan bangsa. Ia juga menegaskan kemakmuran menjadi syarat menjaga kedaulatan, sambil mempertanyakan arah sistem ekonomi Indonesia yang dinilainya belum berada di jalur menuju negara makmur.

Sorotan

  • Pada 20 Mei 2026, rupiah dibuka melemah 0,18 persen ke Rp 17.738 per dollar U.S., menjadi mata uang terlemah di Asia pagi itu.
  • Prabowo menyoroti risiko pelemahan rupiah dan ketergantungan pada impor serta BBM sebagai tantangan utama bagi kestabilan ekonomi Indonesia.
  • Pemerintah menegaskan prioritas pembenahan struktur ekonomi dan stabilitas makroekonomi sebagai agenda strategis, bukan sekadar respons terhadap fluktuasi pasar valuta asing.

Pernyataan Prabowo dalam rapat paripurna DPR

Seperti dilaporkan Kompas.com, Prabowo menyampaikan kritik itu dalam Rapat Paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Ia mengatakan bangsa yang terus dibayangi rasa takut terhadap kurs dollar U.S., pasokan BBM, dan berbagai tekanan lain berisiko menjadi bangsa yang lemah, terutama ketika elite politik dan ekonomi ikut menunjukkan kekhawatiran yang sama.

Dalam pandangannya, Indonesia memiliki karunia sumber daya yang besar, tetapi kekayaan tersebut telah lama mengalir ke luar negeri sejak era Orde Baru. Karena itu, ia menilai persoalan utama bukan hanya tekanan jangka pendek di pasar, melainkan perbedaan sistemik yang membuat Indonesia belum bergerak di rel yang tepat untuk menjadi negara makmur.

Prabowo juga membandingkan posisi Indonesia dengan sejumlah negara seperti Meksiko, India, dan Filipina. Ia menekankan bahwa jika sistem yang berjalan saat ini terus dipertahankan selama beberapa tahun ke depan, Indonesia tidak akan mencapai tingkat kemakmuran yang dibutuhkan untuk menopang kedaulatan nasional.

Tekanan rupiah dan implikasinya bagi pasar

Pada awal perdagangan Rabu (20/5/2026), rupiah di pasar spot dibuka di Rp 17.738 per dollar U.S., melemah 0,18 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya di Rp 17.706 per dollar U.S. Dengan pelemahan itu, rupiah menjadi mata uang dengan koreksi terdalam di kawasan Asia pada perdagangan pagi.

Kondisi tersebut memberi konteks pada pernyataan Prabowo karena pelemahan kurs dapat menambah tekanan terhadap biaya impor dan persepsi ketahanan energi, termasuk kekhawatiran atas stok BBM. Di sisi lain, pernyataan kepala negara menunjukkan bahwa pemerintah melihat stabilitas makroekonomi dan pembenahan struktur ekonomi sebagai isu yang saling terkait, bukan sekadar respons atas gejolak harian pasar valuta asing.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penyampaian KEM dan PPKF RAPBN 2027 oleh Presiden Prabowo di Rapat Paripurna DPR pada 20 Mei 2026, kami menyoroti langkah presiden hadir langsung untuk menjelaskan arah kebijakan ekonomi makro dan fiskal di tengah ketidakpastian global. Kami juga mencatat bahwa kehadiran langsung ini berbeda dari pola tahun-tahun sebelumnya yang kerap diwakili Menteri Keuangan, sekaligus menjadi sinyal awal pendekatan komunikasi pemerintah dan arah kebijakan menuju 2027.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.