Indonesia menetapkan sasaran pertumbuhan dan kemiskinan dalam kerangka fiskal 2027

Indonesia menetapkan sasaran pertumbuhan dan kemiskinan dalam kerangka fiskal 2027
Target ekonomi 2027 Indonesia

Pemerintah Indonesia mulai menyusun arah anggaran 2027 dengan target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi melalui Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal. Kerangka yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto ke DPR RI itu juga menjadi dasar asumsi utama RAPBN 2027, termasuk inflasi dan nilai tukar rupiah.

Sorotan

  • Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 di kisaran 5,8% hingga 6,5% dengan inflasi 1,5% sampai 3,5%.
  • Nilai tukar rupiah dalam asumsi makro 2027 ditetapkan pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar U.S. dalam kerangka fiskal.
  • RAPBN 2027 dirancang untuk mendukung ekspansi ekonomi sambil menyeimbangkan stabilitas harga dan pasar keuangan nasional.

Sasaran makro dalam rancangan APBN 2027

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan KEM-PPKF 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI diarahkan untuk mendorong perekonomian nasional tumbuh lebih cepat dan lebih tinggi.

Dalam konferensi pers usai sidang paripurna pada Rabu, 20 Mei 2026, Airlangga menyebut penyusunan APBN 2027 difokuskan untuk memperkuat laju pertumbuhan ekonomi. Ia menegaskan pemerintah meyakini kerangka tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke tingkat yang lebih tinggi.

Target dan asumsi ekonomi makro 2027 yang dipaparkan mencakup pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8% hingga 6,5%, inflasi 1,5% hingga 3,5%, serta nilai tukar rupiah pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar U.S.

Dampak bagi kebijakan fiskal dan ekonomi nasional

Kisaran target tersebut memberi sinyal bahwa pemerintah menyiapkan postur fiskal yang mendukung ekspansi ekonomi sambil tetap menjaga stabilitas harga dan pasar keuangan. Asumsi makro seperti inflasi dan kurs biasanya menjadi acuan utama dalam penyusunan belanja negara, penerimaan, serta berbagai program prioritas pemerintah.

Bagi pelaku usaha dan investor, sasaran pertumbuhan yang lebih tinggi dalam RAPBN 2027 menunjukkan upaya pemerintah menjaga momentum ekonomi nasional. Pada saat yang sama, target inflasi dan nilai tukar memperlihatkan fokus kebijakan pada stabilitas makro yang penting bagi iklim investasi, konsumsi, dan perencanaan bisnis.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang target pertumbuhan ekonomi 2027 dalam dokumen KEM-PPKF, kami membahas kisaran 5,8%–6,5% yang menjadi kenaikan dari asumsi 5,4% di UU APBN 2026 serta pijakan menuju ambisi pertumbuhan 8% pada 2029. Kami juga menyoroti pesan pemerintah soal pengelolaan fiskal yang prudent dan berkelanjutan, serta bagaimana target ini menjadi acuan awal bagi pelaku usaha dan pasar untuk membaca arah belanja negara dan prioritas kebijakan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.