BPD catat laba kuartal I-2026, Bank Jatim dan BJB memimpin kinerja

BPD catat laba kuartal I-2026, Bank Jatim dan BJB memimpin kinerja
Laba BPD kuartal I-2026

Kelompok Bank Pembangunan Daerah tetap membukukan kinerja positif pada kuartal I-2026 di tengah ketidakpastian ekonomi, dengan total aset industri mencapai Rp 1.036,51 triliun atau naik 3,2% secara tahunan. Daya tahan permodalan juga tetap kuat, tercermin dari rasio kecukupan modal BPD sebesar 26,19%, di atas rata-rata industri perbankan yang sebesar 25,09%, sementara kerja sama Kelompok Usaha Bank mulai diposisikan sebagai pendorong pertumbuhan lanjutan.

Sorotan

  • BPD Jawa Timur mencatat laba bersih tertinggi Rp 661,23 miliar pada kuartal I-2026, naik 90,36% yoy, didukung pendapatan bunga Rp 3,33 triliun.
  • Bank Jabar Banten menyalurkan kredit terbesar Rp 141 triliun dan memiliki aset tertinggi di BPD sebesar Rp 221,81 triliun per kuartal I-2026.
  • Pembentukan KUB memperkuat permodalan BPD, namun pertumbuhan kredit seperti BPD DIY tetap di bawah target akibat tekanan ekonomi nasabah.

Kinerja laba, aset, dan kredit BPD

KONTAN Indonesia melaporkan, BPD Jawa Timur menjadi bank pembangunan daerah dengan laba bersih tertinggi pada kuartal I-2026, yakni Rp 661,23 miliar, naik 90,36% dibanding Maret 2025 sebesar Rp 347,364 miliar. Kenaikan itu ditopang pendapatan bunga sebesar Rp 3,33 triliun dan beban bunga Rp 975 miliar, sehingga pendapatan bunga bersih Bank Jatim mencapai Rp 2,35 triliun, tumbuh 39,88% secara tahunan.

Dari sisi intermediasi, Bank Jatim menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp 109,2 triliun, naik 41,8% secara tahunan. Di antara BPD, Bank Jabar Banten atau BJB menempati posisi teratas untuk penyaluran kredit dengan nilai Rp 141 triliun hingga kuartal I-2026, sementara laba bersih BJB tercatat Rp 519,304 miliar, terbesar kedua di kelompok BPD.

Data kuartal I-2026 menunjukkan laba bersih BPD lain juga masih positif, termasuk Bank Jateng Rp 328,33 miliar, Bank DKI Rp 290,95 miliar, BPD Sumut Rp 200,33 miliar, BPD Sulsel Sulbar Rp 154,66 miliar, BPD Sumsel Babel Rp 149,72 miliar, BPD Kalbar Rp 138,5 miliar, BPD DIY Rp 73,64 miliar, dan BPD Aceh Rp 68,7 miliar. Dari sisi aset, BJB memimpin dengan Rp 221,81 triliun, diikuti Bank Jatim Rp 164 triliun, Bank DKI Rp 98,4 triliun, dan Bank Jateng Rp 93,9 triliun.

Peran KUB dan tantangan pertumbuhan

Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah, Syariah, dan Daerah OJK Defri Andri mengatakan BPD masih memiliki ketahanan yang solid dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi saat ini. Ia menyebut pembentukan Kelompok Usaha Bank membantu menjaga permodalan karena BPD yang sudah lebih kuat secara bisnis dapat menopang BPD yang masih berkembang, sekaligus membuka peluang sinergi ekonomi antardaerah.

Dalam rapat kerja tahunan Bank Jatim 2026, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyatakan pertumbuhan Bank Jatim antara lain didorong kerja sama KUB dengan sejumlah BPD lain. Menurut dia, KUB bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan aliansi strategis untuk menjawab tantangan saat ini dan masa depan.

Namun, kinerja positif BPD besar belum sepenuhnya merata. Direktur Pemasaran BPD DIY, Raden Agus Trimurjanto, mengatakan pertumbuhan kredit bank tersebut belum sesuai target karena kemampuan ekonomi nasabah sedang tertekan. Hingga kuartal I-2026, pembiayaan BPD DIY tercatat Rp 11 triliun, dan bank itu tetap memprioritaskan segmen UMKM sambil meningkatkan porsi dana murah yang kini mencapai 76% dari portofolio dana pihak ketiga serta membatasi penghimpunan dana korporasi.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kinerja BPD pada kuartal I-2026, kami mencatat total aset BPD menembus Rp 1.036,51 triliun dengan pertumbuhan aset, kredit, dan dana pihak ketiga yang tetap positif. Kami juga menyoroti penilaian OJK bahwa permodalan BPD masih solid, sekaligus dorongan pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) untuk konsolidasi dan sinergi antar-BPD, termasuk memperluas pembiayaan UMKM serta memperkuat ekonomi regional.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.