Pasar minyak terus bereaksi tajam terhadap perkembangan terkait negosiasi AS–Iran, serta situasi di sekitar Selat Hormuz. Laporan terbaru tentang kemajuan parsial dalam kontak diplomatik sempat meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan, memicu koreksi signifikan pada WTI: dalam beberapa sesi, harga turun lebih dari 5%, mendekati kisaran $90–89,5 per barel.
Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.

Pada saat yang sama, ketegangan geopolitik belum sepenuhnya mereda. Insiden baru di kawasan, serangan terhadap infrastruktur, dan risiko berkelanjutan terhadap pengiriman membuat pasar belum bisa sepenuhnya menghilangkan premi risiko dari harga. Akibatnya, minyak tetap sangat sensitif terhadap berita utama, sementara volatilitas intraday pada Brent dan WTI tetap tinggi.
Outlook teknikal dan level kunci
Dari perspektif teknikal, WTI masih berada di bawah tekanan setelah menembus beberapa level support terdekat dan menguji zona rendah $90–89,5. Resistensi terdekat kini berada di kisaran $93,5–95, di mana tekanan jual sebelumnya meningkat. Pergerakan kembali di atas area ini dapat memperbaiki sentimen jangka pendek dan menarik kembali pembeli ke pasar, terutama jika risiko geopolitik meningkat.
Di sisi bawah, zona support kunci tetap di $84–86. Indikator masih menunjukkan bias bearish; namun, tanda-tanda kondisi oversold jangka pendek meningkatkan kemungkinan terjadinya rebound korektif yang tajam. Ketidakstabilan tambahan berasal dari likuidasi posisi dan pemicu stop-order, yang memperkuat pergerakan impulsif ke kedua arah.
Risiko dan skenario utama
Skenario utama pasar masih bergantung pada perkembangan lebih lanjut dalam negosiasi antara Washington dan Teheran. Jika proses diplomatik kembali terhenti atau ketegangan di sekitar Selat Hormuz meningkat, premi geopolitik bisa dengan cepat kembali ke harga, berpotensi mendorong WTI kembali ke $100 atau lebih.
Sebaliknya, jika negosiasi terus berjalan lancar dan risiko gangguan pasokan menurun, tekanan turun pada minyak dapat berlanjut. Dalam kasus ini, pasar akan kembali fokus pada faktor fundamental—kekhawatiran permintaan global, peningkatan pasokan dari OPEC+, dan dinamika persediaan minyak mentah AS. Data persediaan dan keputusan OPEC+ tetap menjadi penggerak utama pergerakan harga jangka pendek, seperti juga dicatat dalam WTI turun di bawah $95 seiring meredanya premi geopolitik.
- Forex
- Crypto