IHSG berfluktuasi pada pembukaan perdagangan, transaksi awal capai Rp2,5 triliun
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 29 Mei 2026, bergerak fluktuatif pada menit-menit awal setelah indeks utama sempat dibuka di zona merah. Pergerakan cepat ini terjadi di tengah tekanan pada sejumlah indeks unggulan, meski beberapa sektor seperti energi, infrastruktur, dan teknologi masuk zona hijau.
Sorotan
- IHSG dibuka melemah 0,28 persen ke 6.112 lalu berbalik naik 0,35 persen ke 6.151, transaksi awal mencapai Rp2,5 triliun.
- Indeks acuan LQ45, JII, MNC36, dan IDX30 masih terkoreksi dengan penurunan masing-masing hingga 1,11 persen di menit awal perdagangan.
- Sektor energi, konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, teknologi, dan kesehatan bergerak positif, dengan BREN, CUAN, dan BHAT menjadi top gainers awal.
Pergerakan awal indeks dan aktivitas transaksi
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan dibuka melemah 0,28 persen ke level 6.112 pada hari ini, Jumat, 29 Mei 2026. Dalam semenit pertama perdagangan, indeks berbalik menguat 0,35 persen ke 6.151.Pada fase awal itu, sebanyak 241 saham berada di zona hijau, 266 saham melemah, dan 452 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi awal mencapai Rp2,5 triliun dengan volume perdagangan 4,5 miliar lembar saham.
Sejumlah indeks acuan lain masih tercatat melemah. Indeks LQ45 turun 0,79 persen ke 615, indeks JII melemah 0,56 persen ke 379, indeks MNC36 turun 1,11 persen ke 273, dan IDX30 terkoreksi 0,92 persen ke 350.
Sektor penggerak dan saham teratas
Di level sektoral, penguatan terjadi pada sektor energi, konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, teknologi, dan kesehatan. Di sisi lain, sektor konsumer non-siklikal, keuangan, properti, transportasi, dan industri masih bergerak melemah.Tiga saham yang memimpin daftar top gainers pada awal perdagangan adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT). Komposisi ini menunjukkan minat pasar pada beberapa saham tertentu tetap muncul meski pergerakan indeks utama masih berfluktuasi.
Proyeksi teknikal IHSG untuk sesi 29 Mei 2026 sempat kami soroti setelah indeks ditutup melemah dan dinilai masih rentan melanjutkan koreksi. Dalam ulasan itu, perhatian pasar diarahkan pada area support 5.996–5.899 serta resistance 6.318–6.459 sebagai acuan apakah IHSG mampu bertahan atau justru memperpanjang tekanan jual.
Berita Forex pairs Terbaru
- Forex
- Crypto