BTN pangkas biaya top up ShopeePay mulai Juni 2026

BTN pangkas biaya top up ShopeePay mulai Juni 2026
BTN turunkan biaya top up

BTN menurunkan biaya administrasi top up ShopeePay menjadi Rp 1.000 per transaksi efektif 2 Juni 2026. Langkah ini diambil perseroan untuk meningkatkan kenyamanan nasabah sekaligus memperkuat penggunaan layanan perbankan elektronik di tengah pertumbuhan transaksi digital.

Sorotan

  • BTN menurunkan biaya administrasi top up ShopeePay dari Rp 1.500 menjadi Rp 1.000 per transaksi mulai 2 Juni 2026.
  • Kebijakan ini bertujuan mendorong nasabah BTN lebih aktif menggunakan layanan bank secara digital dengan biaya transaksi lebih rendah.
  • Penyesuaian tarif memperlihatkan persaingan bank pada efisiensi biaya dan kenyamanan kanal pembayaran digital serta menjaga relevansi layanan BTN.

Penyesuaian tarif transaksi digital

KONTAN Indonesia melaporkan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyesuaikan biaya administrasi transaksi pembelian atau top up ShopeePay mulai 2 Juni 2026 sebagai bagian dari peningkatan layanan kepada nasabah. Corporate Secretary BTN Ramon Armando menyatakan penyesuaian tersebut dilakukan untuk mendukung kenyamanan transaksi nasabah dalam kanal digital.

Sebelumnya, biaya administrasi top up ShopeePay melalui BTN ditetapkan Rp 1.500 per transaksi. Mulai awal Juni 2026, tarif itu turun menjadi Rp 1.000 per transaksi.

Dorongan bagi penggunaan layanan elektronik

Penurunan biaya ini diharapkan memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi digital dengan biaya yang lebih rendah. Bagi BTN, kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong pemakaian layanan perbankan elektronik perseroan.

Langkah BTN menunjukkan persaingan layanan transaksi digital masih bertumpu pada kenyamanan dan efisiensi biaya. Penyesuaian tarif untuk top up dompet digital seperti ShopeePay dapat membantu bank menjaga relevansi layanan pembayaran sehari-hari di tengah kebutuhan nasabah yang semakin digital.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang belanja TI dan modernisasi sistem perbankan, kami menyoroti bagaimana sejumlah bank pada 2026 meningkatkan investasi teknologi untuk memperbesar kapasitas data, memperkuat keamanan siber, dan mempercepat layanan transaksi digital. Pembaruan core system dan penguatan infrastruktur pembayaran ini dinilai kian krusial karena mayoritas transaksi nasabah mulai bergeser ke kanal non-fisik, sehingga bank perlu memastikan layanan digital yang cepat, andal, dan efisien.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.